Video Pengakuan Terduga Teroris Didalami

    Siti Yona Hukmana - 08 Februari 2021 22:10 WIB
    Video Pengakuan Terduga Teroris Didalami
    Kutipan layar pengakuan Muhammad Fikri. Istimewa



    Jakarta: Polisi mendalami video pengakuan terduga teroris yang dibait dekat mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman. Pendalaman itu untuk menentukan ada tidaknya unsur pidana.

    "Semua masih didalami oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri terkait video tersebut ada atau tidaknya tindak pidana, kita masih menunggu proses yang dilakukan Densus 88 Antiteror," kata Karo Penmas Diviso Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 8 Februari 2021. 






    Baca: Lagi, Terduga Teroris Mengaku Pembaiatan Dihadiri Munarman

    Namun, Rusdi belum dapat memastikan kapan Densus 88 Antiteror akan memanggil Munarman untuk diklarifikasi terkait video tersebut. Sebab, agenda pemeriksaan ditentukan tim penyidik Densus. 

    "Tentunya saya katakan tadi, bahwa Densus 88 masih mendalami perkara tersebut," ujar jenderal bintang satu itu. 

    Rusdi memastikan tidak akan menutup-nutupi kasus tersebut. Dia akan memberitahu perkembangan dari dugaan keterlibatan Munarman dalam jaringan teroris

    Untuk diketahui, ada dua video pengakuan terduga teroris Makassar yang dibait dekat Munarman. Video pertama pengakuan terduga teroris Ahmad Aulia. 

    Ahmad Aulia mengaku anggota FPI dan berbait ke IISIS didampingi oleh Munarman. Pembaiatan itu dilakukan di markas FPI, Jalan Sungai Limboto, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

    Kemudian, pada video kedua terdapat dua terduga teroris yang mengatakan pembaiatan dilakukan di dekat Munarman. Terduga teroris pertama, Muhammad Fikri Oktaviadi. 

    Fikri mengaku dibaiat dekat Munarman. Menurut dia Munarman hadir selaku panglima Dewan Pengurus Pusat (DPP) FPI. 

    Terakhir, terduga teroris Ansar. Pria paruh baya ini mengaku menjadi anggota FPI sejak 2014 dan dibait pada 2015. 

    Ansar mengaku melihat Munarman hadir saat pembaiatan di markas FPI Jalan Sungai Limboto, Makassar. Ansar saat itu tengah mengikuti tablik akbar. Ansar berbait ke Daulatul Islam pimpinan Abu Bakar Al Baghdadi di pondok ustaz Basri. 

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id