Polisi Koordinasi dengan Kominfo Tarik Video Azan Berlafaz Jihad

    Siti Yona Hukmana - 05 Desember 2020 02:49 WIB
    Polisi Koordinasi dengan Kominfo Tarik Video Azan Berlafaz Jihad
    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Kementerian Informasi dan Informatika (Kominfo) untuk menarik semua video azan berlafaz jihad yang beredar di dunia maya. Pasalnya, kewenangan mencabut konten digital ada di tangan Kominfo.

    "Kami berkoordinasi dengan Kominfo untuk bisa menurunkan video-video tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 4 Desember 2020.

    Yusri menilai video itu berbahaya dan dapat memprovokasi masyarakat Indonesia. Video itu berpoensi membuat kegaduhan karena mengandung unsur suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

    "Video itu dapat menimbulkan provokasi, seolah-olah Indonesia sedang berjihad bertarung melawan musuh," ungkap mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu.

    Sebuah video azan berdurasi 30 detik beredar di media sosial WhatsApp. Dalam video itu tampak lima orang pria, satu muazin dan empat makmum.

    Baca: Lokasi Pembuatan Video Azan Berlafaz Jihad Teridentifikasi

    Awalnya, Muazin melafazkan azan seperti biasa. Namun, dia mengucapkan hayya alal jihad di bagian akhir azan, bukan hayya alal shalah. Ucapan haiyya alal jihad pun diikuti oleh empat makmumnya dengan mengepal dan mengangkat satu tangan.

    Subdit IV Tipid Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap penyebar video azan melafazkan jihad melalui Instagram. Pria berinisial H yang ditangkap merupakan warga Cakung, Jakarta Timur.

    H merupakan kliring dokumen di salah satu perusahaan swasta di Jakarta. Dia ditangkap pukul 04.30 WIB, Kamis, 3 Desember 2020.

    H menyebarkan video azan berlafaz jihad melalui akun Instagram pribadi @hashophasan. H mendapatkan video itu dari WhatsApp Group (WAG) Forum Muslim Cyber One (FMCO) News.

    Subdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri juga telah menangkap Muazin yang melafazkan jihad tersebut. SY ditangkap pukul 02.45 WIB, Jumat, 4 Desember 2020 di Cibadak, Jawa Barat.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id