Polisi Panggil Ulang Rizieq dan Menantu Senin Depan

    Siti Yona Hukmana - 02 Desember 2020 16:27 WIB
    Polisi Panggil Ulang Rizieq dan Menantu Senin Depan
    (Ilustrasi) Pimpinan FPI Rizieq Shihab. MI/Arya Manggala
    Jakarta: Polda Metro Jaya kembali memanggil Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dan menantunya Muhammad Hanif Alatas untuk diperiksa terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan. Keduanya diagendakan menjalani pemeriksaan pekan depan.

    "Anggota masih melayangkan pemanggilan kedua di Petamburan terhadap MRS (Rizieq) dan juga saudara MHA (Hanif) yang merupakan menantu Rizieq. Kita jadwalkan Senin (7 Desember 2020)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 2 Desember 2020.

    Yusri mengatakan penyidik Keamanan Negara (Kamneg) langsung mengantarkan surat panggilan itu ke kediaman Rizieq di Petamburan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Penyidik mencoba menemui Rizieq di rumahnya dan memberikan langsung surat panggilan kedua tersebut.

    "Harapannya MRS dan MHA bisa hadir pemeriksaan," ujar Yusri.

    Rizieq dan menantunya Hanif absen pemeriksaan pada Selasa, 1 Desember 2020. Rizieq beralasan sedang istirahat, sedangkan Hanif mengaku ada agenda lain.

    Baca: Sekuriti Hingga Ahli Kemenkumham Diperiksa Terkait Kerumunan di Petamburan

    Akad nikah anak Rizieq dan Maulid Nabi Muhammad SAW di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, pada Sabtu, 14 November 2020 ramai didatangi pengikut Rizieq. Banyak jemaah yang berkerumun, tidak menjaga jarak, dan berpotensi menyebarkan covid-19.
     
    Sejumlah peserta juga kedapatan tidak menggunakan masker. Banyak pula peserta acara menggunakan masker tak sesuai ketentuan, seperti digunakan di bawah dagu. Akibatnya, terjadi klaster baru penyebaran covid-19 di lokasi tersebut.

    Polisi menyatakan ada unsur pidana dalam pelanggaran protokol kesehatan tersebut. Kini polisi tengah mencari tersangka yang bisa dikenakan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan, dengan ancaman kurungan satu tahun atau denda Rp100 juta.

    Lalu, Pasal 160 KUHP tentang Penghasutan untuk Melakukan Kekerasan dan Tidak Menuruti Ketentuang Undang-undang, dengan ancaman enam tahun penjara atau denda Rp4.500. Pasal 216 ayat 1 KUHP tentang Menghalang-halangi Ketentuan Undang-undang, dengan ancaman pidana penjara empat bulan dua minggu atau denda Rp9.000.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id