5 Pegawai PT Wika Diperiksa Soal Korupsi Jembatan Waterfront City Riau

    Fachri Audhia Hafiez - 15 Oktober 2020 10:45 WIB
    5 Pegawai PT Wika Diperiksa Soal Korupsi Jembatan Waterfront City Riau
    Ilustrasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). MI
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil lima saksi untuk menelusuri  kasus dugaan korupsi pekerjaan Jembatan Waterfront City Dinas Bina Marga dan Pengairan Pemerintah Kabupaten Kampar, Riau, pada 2015-2016. Kelima saksi tersebut berstatus pegawai PT Wijaya Karya (Persero) atau PT Wika.

    Mereka adalah mantan Kepala Seksi Teknik Komersial Tim Jembatan Waterfront City Bangkinang dari PT Wika Bayu Cahya Saputra, Project Manager PT Wika Didiet Hadianto, dan Staf Marketing PT Wika Firjan Taufan. Penyidik juga memeriksa dua karyawan PT Wika, Bimo Laksono dan Ucok Jimmy.

    "Seluruh saksi diperiksa untuk tersangka AN (pejabat pembuat komitmen Waterfront City Dinas PU Kampar Adnan)," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Ali belum bisa mengungkap keterkaitan kelima saksi dengan Adnan. Namun, keterangan seluruh saksi yang dipanggil akan memperkuat berkas penyidikan rasuah Adnan.

    Kasus ini bermula saat Pemerintah Kabupaten Kampar mencanangkan beberapa proyek strategis. Di antaranya pembangunan Jembatan Bangkinang atau yang kemudian disebut Jembatan Waterfront City.

    Baca: Peran Kongkalikong 2 Tersangka Korupsi Jembatan Waterfront City Riau Diusut
     
    Adnan diduga mengadakan pertemuan dengan tersangka lainnya Manajer Wilayah 2 PT Wika atau Ketua Komite Manajemen PT Wika-Sumindo JO, I Ketut Suarbawa. DIa juga bertemu beberapa pihak lain di Jakarta pada pertengahan 2013.

    Saat pertemuan, Adnan memberikan informasi soal desain jembatan dan engineer's estimate (anggaran perkiraan proyek) kepada I Ketut Suarbawa. Mereka kongkalikong agar proyek tersebut ditangani perusahaan I Ketut Suarbawa.

    Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Kampar mengumumkan lelang dimenangkan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Kontrak pembangunan jembatan senilai Rp15,19 miliar.

    Adnan diduga menerima uang Rp1 miliar atau 1 persen dari nilai kontrak. Kerugian keuangan negara ditarksir mencapai Rp39,2 miliar dari nilai proyek pembangunan Jembatan Waterfront City tahun jamak Tahun Anggaran 2015 dan Rp117,68 miliar pada 2016.

    (SUR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id