Terdakwa Kasus Jiwasraya Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp10,7 Triliun

    Fachri Audhia Hafiez - 15 Oktober 2020 23:09 WIB
    Terdakwa Kasus Jiwasraya Dituntut Bayar Uang Pengganti Rp10,7 Triliun
    Persidangan kasus Jiwasraya/MI/M Irfan
    Jakarta: Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat dituntut hukuman tambahan membayar uang pengganti Rp10 triliun lebih. Tuntutan itu sebagai konsekuensi tindak pidana korupsi dan pencucian uang terdakwa kasus dugaan rasuah Jiwasraya itu.

    "Menuntut membayar uang pengganti sebesar Rp10.728.783.375.000," kata jaksa penuntut umum Retno di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Oktober 2020.

    Heru diberi satu bulan membayar kewajibannya, usai memperoleh putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap. Harta benda milik Benny bakal disita dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

    "Dalam hal terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka diganti pidana penjara selama 10 tahun," ucap jaksa Roni.

    Heru dituntut hukuman pidana penjara selama seumur hidup. Dia juga diminta membayar denda Rp5 miliar subsider 1 tahun penjara.

    Dia dinilai terbukti merugikan keuangan negara Rp16,8 triliun terkait pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT AJS Persero. Perbuatan itu dianggap telah memperkaya para terdakwa dan orang lain.

    Baca: Lagi, Terdakwa Kasus Jiwasraya Dituntut Penjara Seumur Hidup

    Heru dianggap melanggar Pasal 2 Ayat 1 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

    Heru juga diyakini terbukti melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Menurut jaksa, Heru membeli tanah dan bangunan dengan uang haram itu. Selain itu, untuk mengakuisisi perseroan, pembelian kendaraan bermotor, pembelian saham, membayar judi kasino, dan valuta asing.

    Heru diyakini terbukti melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

    (ADN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id