Polri Pastikan Tak Pandang Bulu Tindak Pelanggar Protokol Kesehatan

    Media Indonesia.com - 17 November 2020 09:21 WIB
    Polri Pastikan Tak Pandang Bulu Tindak Pelanggar Protokol Kesehatan
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Polri memastikan akan menindak tegas semua pihak yang melanggar protokol kesehatan penanganan virus korona. Tak ada toleransi bagi siapa pun yang mencoba melanggar aturan negara dalam menekan penyebaran covid-19.

    Instruksi itu tertuang dalam surat Telegram Rahasia (TR) bernomor ST/3220/XI/KES.7./2020 tertanggal 16 November 2020 yang ditandatangani oleh Kabareskrim Polri Komjen Listyo Sigit Prabowo.

    "Proses hukum diberlakukan lantaran kepolisian bertugas menjaga Harkamtibmas, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat serta penegakan hukum harus senantiasa menjunjung tinggi azas Salus Populi Suprema Lex Exto atau Keselamatan Rakyat Merupakan Hukum Tertinggi," mengutip isi telegram.

    Dalam surat itu juga disebutkan penegakan hukum akan dilakukan jika dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda) tentang Penerapan Protokol Kesehatan Covid-19, ditemukan adanya upaya penolakan, ketidakpatuhan, atau upaya lain yang menimbulkan keresahan masyarakat dan mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Tindakan tegas itu sesuai dengan Pasal 65, Pasal 212, Pasal 214 ayat (1) dan (2), Pasal 216, dan Pasal 218 KUHP, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002. Kemudian Pasal 84 dan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018.

    Baca: Mahfud Tegaskan Negara Tak Akan Kalah pada Pembangkang

    Tindakan tegas kepada pelanggar protokol kesehatan diberikan karena angka konfirmasi pasien positif covid-19 di Indonesia belum stabil. Bahkan, sampai saat ini, masih terus mengalami penambahan.

    Polri akan bersinergi dengan pihak TNI, pemda, dan kementerian/lembaga untuk melaksanakan pengawasan, patroli, pendisiplinan, dan penegakan hukum. Hal ini dilakukan guna meningkatkan kedisiplinan protokol kesehatan. Selain itu, personel Polri yang tidak mampu melaksanakan penegakan hukum secara tegas terhadap segala pelanggaran protokol kesehatan, akan dievaluasi dan diberikan sanksi.

    Disiplin masyarakat soal penerapan protokol kesehatan kembali disorot. Hal ini buntut dari kerumunan massa yang menjemput kepulangan Imam Besar FPI Rizieq Shihab di Bandara Soetta. Kemudian, kerumunan massa Rizieq di Petamburan dan Bogor, termasuk resepsi pernikahan putri Rizieq.

    Bahkan, imbas dari kejadian itu, Kapolri mencopot Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat lantaran tidak becus menindak tegas para pelanggar protokol kesehatan dalam acara Rizieq tersebut.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id