Kedekatan Istri Nurhadi dengan ASN MA Diselisik

    Fachri Audhia Hafiez - 24 Juni 2020 15:36 WIB
    Kedekatan Istri Nurhadi dengan ASN MA Diselisik
    Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami kedekatan istri Nurhadi, Tin Zuraida, dan aparatur sipil negara (ASN) Mahkamah Agung (MA) Kardi. Lembaga Antirasuah menelisik temuan itu melalui seorang karyawan swasta, Sudirmanto.

    "Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk Nurhadi. Penyidik mengonfirmasi dan mendalami keterangan saksi tersebut terkait adanya beberapa kali dugaan pertemuan antara Kardi dan Tin Zuraida," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020.

    Kardi pernah diperiksa penyidik terkait kasus dugaan suap dan gratifikasi pada penanganan perkara di MA pada 2011-2016. Penyidik mengonfirmasi dan mendalami dugaan aset milik Tin Zuraida di bawah kekuasaan Kardi.

    Kardi dan Tin diduga menikah pada November 2001. Hal itu dibuktikan dengan foto nikah keduanya.

    Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono, ditangkap Senin malam, 1 Juni 2020. Nurhadi dan Rezky ditangkap setelah masuk daftar pencarian orang (DPO) atau menjadi buron sejak pertengahan Februari 2020

    (Baca: Istri Nurhadi Diperiksa Terkait Pelarian Suami dan Keponakan)

    Saat menjabat Sekretaris MA, Nurhadi diduga menerima suap Rp33,1 miliar dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto lewat Rezky. Suap dimaksudkan memenangkan Hiendra dalam perkara perdata kepemilikan saham PT MIT. Nurhadi juga diduga menerima sembilan lembar cek dari Hiendra terkait peninjauan kembali (PK) perkara di MA.

    Nurhadi diduga menerima suap Rp33,1 miliar dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto lewat Rezky. Suap dimaksudkan memenangkan Hiendra dalam perkara perdata kepemilikan saham PT MIT. Nurhadi juga diduga menerima sembilan lembar cek dari Hiendra terkait peninjauan kembali (PK) perkara di MA.

    Nurhadi juga diduga mengantongi Rp12,9 miliar dalam kurun waktu Oktober 2014 sampai Agustus 2016. Gratifikasi diduga terkait pengurusan perkara sengketa tanah di tingkat kasasi dan PK di MA, juga untuk permohonan perwalian.

    Nurhadi dan Rezky disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 5 ayat (2) lebih subsider Pasal 11 dan/atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

    Sementara itu, Hiendra disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b subsider Pasal 13 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id