PPATK 'Kejar' Pidana TPPU di Kejahatan Ekonomi

    Theofilus Ifan Sucipto - 06 Mei 2020 16:17 WIB
    PPATK 'Kejar' Pidana TPPU di Kejahatan Ekonomi
    Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae. ANT/Akbar Nugroho Gumay
    Jakarta: Kepala  Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Dian Ediana Rae menyebut kerja sama dengan aparat penegak hukum bakal diperkuat. PPATK mengawal transaksi keuangan agar tak ada pencucian uang, terutama uang negara dari hasil kejahatan rasuah.

    “Kita intensifkan kerja sama aparat penegak hukum, peningkatan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindak pidana pencucian uang (TPPU)," kata Dian usai pelantikan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Mei 2020.

    Dian mengatakan dalam tindak pidana ekonomi berpotensi TPPU. Penegak hukum bakal dilibatkan untuk menindaklanjuti kasus tersebut dengan koordinasi PPATK.

    (Baca: Dian Bakal Membawa PPATK Lebih Responsif)

    Dia menuturkan ada perlakuan khusus bila kejahatan menyangkut motif ekonomi. Dian mengatakan tindak lanjut tak cukup dengan penyitaan aset melainkan mesti dijerat TPPU.

    "Sehingga diharapkan ada peningkatan restorasi aset negara," tutur Dian.

    Dia mencontohkan korupsi Rp1 triliun, namun yang disita hanya Rp200 miliar. Menurut Dian, Rp800 miliar sisanya bisa dikejar melalui TPPU.

    "Jadi bisa tidak memotivasi lagi tindak kejahatan karena uangnya tidak ada lagi," ujarnya.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id