Investigasi Bersama Kasus Djoko Tjandra Diperlukan

    Sri Yanti Nainggolan - 13 Agustus 2020 04:19 WIB
    Investigasi Bersama Kasus Djoko Tjandra Diperlukan
    Buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih (cessie) Bank Bali Djoko Tjandra ditunjukkan kepada media saat konferensi pers di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis, 30 Juli 2020. Foto: Antara/Muhammad Adimaja
    Jakarta: Pakar hukum pidana Jamin Ginting menilai kerja sama lintas departemen diperlukan untuk mengungkap kasus pelarian terpidana kasus hak tagih Bank Bali Djoko Soegiarto Tjandra. Kasus ini ditangani polisi dan kejaksaaan.

    "Ini kejahatan yang pelakunya lintas departemen, kejahatan yang sangat paham bagaimana memainkan peran untuk bisa meluruskan jalan di kepolisian, imigrasi, dan kejaksaan," terang Jamin dalam Prime Talk Metro TV, Rabu, 12 Agustus 2020. 

    Menurut dia, harus ada kerja sama dari beberapa pihak agar tak terjadi egois sektoral yang saling mencurigai. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diharap bisa ikut dilibatkan. 

    "Karena pejabat negara yang suap atau gratifikasi dapat dipidana, bahkan dapat disita hartanya," terang dia. 

    Dia menilai Kasus ini dapat memberi pelajaran bagi pejabat penegak hukum. Mereka, kata dia, bakal takut untuk berbuat curang. 

    Baca: MAKI Bakal Usulkan Sejumlah Saksi Tekait Kasus Surat Jalan Palsu

    Komisioner Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti setuju dengan konsep investigasi bersama (joint investigation). Polri sudah mengundang KPK dalam gelar perkara penetapan tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait penghapusan red notice Djoko Tjandra pada Jumat, 14 Agustus 2020. 

    "Kita lihat memang sudah ada iktikad baik untuk membongkar kasus ini, oleh karena itu kita harus masyarakat tetap mengawasi proses ini," kata Poengky pada kesempatan yang sama.


    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id