Pensiunan Garuda Indonesia Diperiksa KPK

    Juven Martua Sitompul - 18 April 2018 11:40 WIB
    Pensiunan Garuda Indonesia Diperiksa KPK
    Lambang KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto.
    Jakarta: Novianto, pensiunan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, dipanggil penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia dimintai keterangan untuk tersangka mantan Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar (ESA).

    "Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi," kata juru bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jakarta, Rabu, 18 April 2018.

    Belum diketahui detail kaitan Novianto dalam kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus SAS dan Rolls-Royce PLC pada PT Garuda Indonesia. Diduga, Novianto mengetahui runutan ihwal korupsi di perusahaan berpelat merah tersebut.

    Dalam kasus ini, KPK menetapkan Emirsyah Satar dan pendiri PT Mugi Rekso Abadi sekaligus beneficial owner Connaught International Pte Ltd Soetikno Soedarjo (SS) sebagai tersangka, pada 16 Januari 2017. Emirsyah diduga menerima suap dari Rolls-Royce, perusahaan mesin asal Inggris, melalui Soetikno.

    Baca: KPK Panggil Ketua Tim Pengadaan Pesawat Citilink

    Diduga, suap yang diterima Emiryah Satar mencapai €1,2 juta dan USD180 ribu atau setara Rp20 miliar. Tak hanya uang, Emirsyah Satar juga diduga menerima suap berupa barang senilai USD2 juta, yang tersebar di Indonesia dan Singapura.

    Suap diberikan Rolls-Royce terkait pengadaan pesawat dan 50 mesin pesawat Airbus A330-300 untuk PT Garuda Indonesia Tbk pada periode 2004-2015. Sementara itu, walau penyidikan perkara sudah berjalan setahun lebih, Emirsyah dan Soetikno belum ditahan. Keduanya masih menghirup udara bebas.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id