comscore

Terlibat Kasus Korupsi, Kenapa Raden Brotoseno Tak Dipecat Sebagai Polisi?

Sri Yanti Nainggolan - 30 Mei 2022 18:02 WIB
Terlibat Kasus Korupsi, Kenapa Raden Brotoseno Tak Dipecat Sebagai Polisi?
Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Raden Brotoseno. Antara/Rosa Panggabean
Jakarta: AKBP Raden Brotoseno masih menjadi polisi aktif meski sempat tersangkut kasus korupsi. Hal ini dianggap tak masuk akal oleh Indonesia Corruption Watch (ICW). 

Mabes Polri menegaskan AKBP Raden Brotoseno masih anggota Polri aktif. Hasil putusan sidang kode etik profesi tidak memecat mantan narapidana kasus tindak pidana korupsi (Tipikor) itu.
"Setahu saya dia sudah disidang tapi tidak ada pemecatan," kata Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Irjen Wahyu Widada di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 30 Mei 2022. 

Namun, Wahyu tidak membeberkan alasan masih mempertahankan Brotoseno usai melakukan tindak pidana. Sebab, hal itu menjadi ranah majelis hakim sidang kode etik profesi.

Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Irjen Wahyu Widada. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (SDM) Irjen Wahyu Widada. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Menurutnya, SDM hanya bertugas pada bidang pendidikan dan karier. SDM akan memberikan catatan kepada anggota yang bermasalah.

"Kalau dia bermasalah dan sudah selesai masalahnya ya diberikan oleh institusi, ya harus tetap diberikan jabatan," ungkap jenderal bintang dua itu.

Wahyu menjelaskan tidak semua personel bermasalah langsung dikenakan saksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). Pemecatan itu, kata dia, tergantung sidang kode etik.

"Kalau sidang kode etiknya mengatakan dipecat ya dipecat, kalau mengatakan tidak dipecat ya tidak dipecat. Jadi, anggota Polri tunduk akan undang-undang pidana, tunduk pada disiplin, tunduk pada sidang kode etik," jelas Wahyu.

Baca: Polri Dinilai Langgar Aturan jika Tak Pecat Brotoseno
 

ICW desak Polri jelaskan status Raden Brotoseno

Indonesia Corruption Watch (ICW) mendesak Mabes Polri menjelaskan status anggota Polri, Raden Brotoseno. Desakan itu menyusul adanya informasi terkait Brotoseno menjabat sebagai penyidik madya Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri usai menjadi tahanan kasus korupsi.

"ICW mendesak agar Polri menjelaskan secara gamblang kepada masyarakat perihal status Brotoseno di kepolisian," kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana dalam keterangan tertulis, Senin, 30 Mei 2022. 

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta melalui putusan Nomor 26 Tahun 2017 telah menghukum Brotoseno dengan pidana penjara lima tahun dan denda Rp300 juta karena terlibat korupsi pada 14 Januari 2017. Menurut dia, Brotoseno seharusnya sudah dipecat dari Korps Bhayangkara.







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id