comscore

Tutup Lomba Orasi Unras, Kapolri: Jangan Mau Ditumpangi

Siti Yona Hukmana - 11 Desember 2021 04:20 WIB
Tutup Lomba Orasi Unras, Kapolri: Jangan Mau Ditumpangi
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Jakarta: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia saat penutupan Lomba Orasi Unjuk Rasa Piala Kapolri pada Jumat sore, 10 Desember 2021. Listyo meminta masyarakat jangan mau ditumpangi oknum-oknum tertentu.

"Saya pesankan di sini adalah bagaimana kemudian di alam demokrasi makin hari makin baik ini, kebebasan menyampaikan ekspresi, kritik, aspirasi betul-betul bisa berjalan dengan baik tanpa ditumpangi oleh kepentingan kelompok-kelompok," kata Listyo dalam sambutannya saat penutupan Lomba Orasi Unjuk Rasa Piala Kapolri di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 10 Desember 2021
Listyo mengatakan penunggangan dalam unjuk rasa dapat mengganggu keberlangsungan kegiatan. Akibatnya, pesan tak dapat tersampaikan ke pemerintah.

"Yang terjadi masalah-masalah lain, munculnya masalah yang kemudian berdampak pada kerusuhan," ujar jender bintang empat itu.

Baca: Kapolri: Lomba Orasi Unjuk Rasa Ajang Edukasi

Listyo berharap ke depan tercipta suasana iklim yang baik di alam demokrasi. Dengan begitu, penyampaian pendapat dapat betul-betul tersampaikan dengan jernih, tak ada kebisingan dari oknum-oknum tertentu.

"Sehingga, para pengambil keputusan, pemangku kebijakan, mendengarkann dengan jelas kemudian segera menindaklanjuti pesan tersebut tanpa terganggu oleh noise-noise tersebut. Ini tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama," ucap Tri Brata (TB) 1 itu.

Listyo meyakini di antara para peserta lomba orasi unjuk rasa ada yang akan menjadi calon pemimpin di masa datang. Kemampuan orasi unjuk rasa mereka yang ditampilkan di tengah-tengah Tugu Proklamasi dan disaksikan dua pahlawan bangsa Soekarno-Hatta tak diragukan.

"Penyampaian ekspresi, penyampaian pesan betul-betul menyentuh. Membuat tentunya seluruh dewan juri sedikit sulit menentukan mana yang jadi pemenang. Walaupun akhirnya terpilih, namun demikian saya lihat semuanya memiliki kualitas sangat baik," ujar Listyo.

Listyo kembali menekankan Indonesia secara konstitusi sangat menghargai kebebasan demokrasi. Dia meminta hal itu dapat dipahami seluruh masyarakat, khususnya para pemangku kepentingan.

"Termasuk di dalamnya adalah Polri yang selalu berhadapan tiap hari dengan kegiatan aksi unras. Tentunya, apabila giat unras ini berlangsung sesuai aturan perundang-undangan maka kewajiban bagi seluruh anggota Polri untuk amankan agar pelaksanaan giat penyampaian pendapat dimuka umum betul-betul bisa terselenggara dengan baik," kata Listyo.

Berikut pemenang Lomba Orasi Unjuk Rasa Piala Kapolri :

  • Juara pertama diraih oleh peserta asal Jawa Timur. Mereka yang menampilkan soal kekerasan seksual terhadap perempuan itu mendapat uang tunai Rp175 juta, piala dan sertifikat.
  • Juara kedua diraih peserta asal Nusa Tenggara Timur (NTT). Mereka mendapat uang tunai Rp150 juta, piala dan sertifikat.
  • Juara ketiga dimenangkan oleh peserta dari Sumatra Barat. Mereka yang menampilkan unjuk rasa terkait korupsi mendapat uang tunai Rp125 juta, piala dan sertifikat.
  • Harapan satu diraih peserta dari Maluku Utara. Mereka mendapat uang tunai Rp90 juta, piala dan sertifikat.
  • Harapan kedua jatuh pada peserta dari Sulawesi Selatan. Mereka mendapat uang tunai Rp75 juta, piala, dan sertifikat
  • Piala.
  • Harapan ketiga dimenangkan peserta dari Kalimantan Timur. Mereka mendapat uang tunai Rp60 juta, piala, dan sertifikat.


(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id