Taufik Basari Usul RKUHP Dibahas Ulang dan Menyeluruh

    Medcom - 11 Oktober 2019 20:02 WIB
    Taufik Basari Usul RKUHP Dibahas Ulang dan Menyeluruh
    Ketua DPP Partai NasDem Taufik Basari (tengah). Foto: Antara/Hafidz Mubarak
    Jakarta: Ketua DPP Partai NasDem Taufik Basari mendesak agar Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) dibahas ulang dan diulas secara menyeluruh. Rancangan yang sempat akan disahkan di ujung masa jabatan anggota DPR terdahulu itu banyak menuai kontroversi.

    "Setelah mempelajari dan mengkaji, kita minta dibahas ulang secara keseluruhan oleh anggota baru DPR," kata Taufik, melalui keterangan tertulis, Jumat, 11 Oktober 2019. 

    Politisi yang terpilih sebagai anggota DPR ini mencatat ada beberapa problem fundamental dari RKUHP.

    Pertama, soal ketegasan asas legalitas. "Dalam teori hukum, asas hukum pidana adalah asas legalitas. Artinya, tidak ada hukum pidana kalau belum ada aturan yang mengaturnya," kata dia.

    Prinsip itu, menurutnya, justru bertentangan dengan Pasal 2 dalam RKUHP yang membuat ruang hukum lain, yakni hukum lokal dan hukum adat. 

    Kedua, semangat untuk menjadikan hukum pidana menjadi solusi bagi semua hal. Istilahnya, satu obat untuk menymbuhkan semua penyakit. "Padahal, tidak semua masalah hukum diselesaikan dengan pidana. Bisa melalui perdata atau administrasi."

    Ketiga, ada potensi kriminalisasi yang berlebihan. Menurutnya, ada hal-hal kecil yang seharusnya tidak menjadi delik pidana. Semangat RKUHP yang awalnya ingin mengganti hukum kolonial, malah justru lebih kolonial.

    "Orang menjadi takut negara mengatur masyarakatnya dengan cara tangan hukum pidana," ujarnya.

    Dan keempat, kata Taufik, terkait dengan mans rea atau niat seseorang untuk melakukan kejahatan. Mans rea menjadi ciri khas pidana. Jadi, ada satu perbuatan yang dianggap tidak cocok, harus dicek dulu apakah ada kehendak jahat atau tidak.

    "Kalau tidak ada unsur mans rea bisa masuk ke ranah yang lain. Bisa masuk perdata, administrasi, atau bisa masuk soal sosial," katanya.

    Untuk memuluskan niat mengulas ulang RKUHP ini, NasDem akan berkomunikasi dengan partai lain. "Fraksi NasDem akan melakukan lobi. Lalu, kami akan menyusun argumentasi agar fraksi lain bisa mempunyai pandangan yang sama soal RKUHP," kata Taufik.



    (UWA)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id