Penyebar Dapatkan Data Kependudukan dari Masyarakat

    Cindy - 01 Agustus 2019 16:39 WIB
    Penyebar Dapatkan Data Kependudukan dari Masyarakat
    Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. ANT/Indrianto Eko.
    Jakarta: Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan data kependudukan yang bocor didapatkan dari masyarakat. Sumber data kependudukan itu seperti hotel yang memerlukan identitas untuk penyewaan.

    "Kemudian masuk ke tempat-tempat tertentu menyerahkan Kartu Tanda Penduduk (KTP), maka itu sebagai pemulung identitas," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 1 Agustus 2019. 

    Ia juga menconothkan kartu tanda penduduk (KTP) masyarakat yang dicuri orang tak dikenal. Data kependudukan dari kartu itu akhirnya disalahgunakan dan diperjualbelikan.

    "(Diperjualbelikan) di media sosial, dimanfaatkan buat apa, registrasi media sosial atau perbankan. Itu masih kita dalami (modusnya)," ujar Dedi.

    Baca: Polri Tunggu Laporan Kemendagri Terkait Penjual Data Kependudukan

    Dedi menegaskan data yang berada di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) aman. Penyebar data kependudukan tak mengambil data dari sana.

    "Data kependudukan itu bisa dijamin oleh Ditjen Dukcapil, tidak bocor," tegasnya. 

    Kasus jual beli Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) jadi sorotan. Informasi adanya kasus ini disebarkan akun media sosial Twitter @hendralm. Unggahan disertai narasi dan foto tersebut ramai dibicarakan dan di-retweet hingga puluhan ribu kali.
     
    Dalam unggahannya tersebut, terdapat bukti-bukti percakapan jual beli NIK dan KK di grup Facebook Dream Market Official. Samuel menyebut NIK dan KK itu digunakan untuk mendaftar nomor maupun paylater berbagai aplikasi. Polri diminta turun tangan untuk mengusut kasus itu.




    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id