Hakim Segera Putuskan Hukuman untuk Ratna Sarumpaet

    Cindy - 25 Juni 2019 13:55 WIB
    Hakim Segera Putuskan Hukuman untuk Ratna Sarumpaet
    Terdakwa kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet. (Foto: MI/Adam Dwi)
    Jakarta: Sidang pemeriksaan kasus dugaan berita bohong atas terdakwa Ratna Sarumpaet ditutup. Majelis hakim bakal membacakan vonis hukuman bagi Ratna pada Kamis, 11 Juli 2019. 

    "Pemeriksaan ini dinyatakan ditutup dan selanjutnya pembacaan putusan. Untuk pembacaan putusan insyaallah dibacakan pada Kamis, 11 Juli (2019)," kata Ketua Majelis Hakim Joni di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta Selatan, Selasa, 25 Juni 2019.

    Kuasa hukum Ratna, Insank Nasruddin berharap kliennya bakal dibebaskan dan dinyatakan tak bersalah. Sebab makna keonaran pada pasal 14 Ayat (1) UU Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana tidak terbukti. 

    "Demonstrasi bukan merupakan keonaran, itu yang disampaikan juga oleh ahli. Kemudian ahli ITE juga menyampaikan bahwa tidak ada keonaran di media sosial, yang ada hanyalah trending topic," ucapnya. 

    Berbeda dengan tanggapan Koordinator Jaksa Penuntut Umum (JPU) Daroe, dia optimistis Ratna bakal dinyatakan terbukti bersalah. Sebab pihaknya telah menyampaikan fakta dan berbagai argumentasi dalam persidangan. 

    "Majelis hakim akan menilai dari apa yang kami sampaikan, dari fakta-fakta yg terungkap di sidang dan tinggal kemudian bagaimana hakim membuat analisa dan apakah majelis hakim yakin," tuturnya.

    Baca juga: Ratna Sarumpaet Kembali Mengeluh Sakit

    Kasus hoaks Ratna bermula dari foto lebam wajahnya yang beredar di media sosial. Sejumlah tokoh mengatakan Ratna dipukuli orang tak di kenal di Bandung, Jawa Barat. 

    Ratna kemudian mengakui kabar itu tak benar. Mukanya lebam karena menjalani operasi plastik.
     
    Dia lantas ditetapkan sebagai tersangka. Ratna ditahan setelah ditangkap di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis, 4 Oktober 2018 malam. Saat itu, Ratna hendak terbang ke Chile.

    Atas perbuatannya, Ratna dituntut enam tahun penjara. Jaksa Penuntut Umum (JPU) menilai Ratna Sarumpet terbukti bersalah atas kasus hoaks. 

    "Telah terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana menyebarkan berita bohong dengan sengaja. Menjatuhkan pidana terhadap Ratna Sarumpaet dengan pidana penjara selama enam tahun," kata koordinator JPU Daroe Tri Sadono dalam sidang pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 28 Mei 2019.

    Daroe menyebut Ratna terbukti menyiarkan berita bohong tentang penganiayaan terhadap dirinya. Dia kemudian mengirim foto gambar wajah lebam dan bengkak kepada sejumlah orang. 

    "Berita itu mendapat reaksi dari masyarakat dan berita bohong itu menyebabkan kegaduhan, keributan atau keonaran di masyarakat baik di media sosial, media elektronik, dan telah terjadi demonstrasi," jelas Daroe.

    Ratna dinilai terbukti bersalah melanggar Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946  tentang Peraturan Hukum Pidana. Dia dinilai telah menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong dan dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat.



    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id