comscore

KPK Bakal Telusuri Upaya Pencucian Uang di NFT

Anggi Tondi Martaon - 26 Januari 2022 15:34 WIB
KPK Bakal Telusuri Upaya Pencucian Uang di NFT
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupaya menelusuri upaya pencucian uang melalui non-fungible token (NFT). Teknologi yang tengah viral itu disebut rawan pencucian uang. 

"Tentunya KPK bisa menelusurinya ke depan," kata Komisioner KPK Lili Pintauli Siregar dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 26 Januari 2022.
Baca: KPK Tegaskan Tak Pernah Jual Foto Koruptor di NFT

Lili mengatakan penelusuran dimungkinkan dengan memanfaatkan teknologi yang digunakan NFT. Teknologi tersebut yakni buku besar digital atau blockchain

"NFT, ini berkas digital yang identitas dan kepemilikannya unik diverifikasi pada blockchain," ungkap dia.

Lili membeberkan potensi pencucian uang menggunakan NFT. Contohnya, seseorang diminta membuat NFT dan hasil karyanya dibeli dengan uang hasil tindak pidana.

"Seseorang juga bisa membuat NFT ini dan membelinya dengan uang haram," ujar Lili.

Sebelumnya, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana menyampaikan NFT bisa digunakan sebagai sarana pencucian uang. Pasalnya, nilai produk yang dijual di atas kewajaran. 

Dia menjelaskan media penjualan aset NFT melalui platform khusus. Otoritas Indonesia belum bisa menjangkau platform tersebut. 

Hal senada juga disampaikan Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira. NFT dianggap rentan digunakan sebagai sarana investasi ilegal, bahkan pencucian uang lintas negara. 

Selain itu data diri yang di-posting ke platform NFT juga rawan disalahgunakan untuk tindak kejahatan. Seperti, foto selfie dengan KTP dijadikan jaminan pinjaman online ilegal.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id