Politikus PDI Perjuangan Ihsan Yunus Dipanggil KPK Terkait Kasus Bansos

    Candra Yuri Nuralam - 27 Januari 2021 13:35 WIB
    Politikus PDI Perjuangan Ihsan Yunus Dipanggil KPK Terkait Kasus Bansos
    Gedung Merah Putih KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto



    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ihsan Yunus. Politikus PDI Perjuangan itu dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) pada 2020.

    "Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka AW (pejabat pembuat komitmen Kementerian Sosial Adi Wahyono)," kata pelaksana tugas juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Rabu, 27 Januari 2021.




    Ihsan Yunus diduga mengetahui kasus yang menyeret mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara. Lembaga Antikorupsi bahkan pernah menyatakan siap membuka penyelidikan baru untuk Ihsan jika sudah mempunyai bukti yang cukup.

    Baca: KPK Mengulik Peran DPR dalam Proyek Bansos Kemensos

    Selain Ihsan, KPK memanggil pihak swasta Budi Pamungkas, Direktur PT Hamonangan Sude Rajif Bachtiar Amin, dan mantan Ajudan Menteri Sosial Eko Budi Bantoso. Budi dan Rajif dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Juliari.

    Juliari menjadi tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bansos sembako covid-19 di Jabodetabek pada 2020. Kasus ini menjerat empat tersangka lain, yakni dua PPK Kemensos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, serta pihak swasta Ardian IM dan Harry Sidabuke. 

    KPK menduga kongkalikong para tersangka membuat Juliari menerima Rp17 miliar dari dua periode pengadaan bansos sembako. Kasus ini terungkap dari penangkapan Matheus. KPK mengendus adanya pemberian uang dari para tersangka dan sejumlah pihak, salah satunya kepada Juliari.

    Penyerahan uang dilakukan pada Sabtu dini hari, 5 Desember 2020. Fulus Rp14,5 miliar dari Ardian dan Harry itu disimpan dalam tujuh koper, tiga tas ransel, dan amplop kecil. 

    Juliari disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

    Matheus dan Adi disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

    Sementara itu, Ardian dan Harry disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id