Dikembalikan, Berkas Perkara Video Asusila Gisel Belum Lengkap

    Siti Yona Hukmana - 17 Februari 2021 16:42 WIB
    Dikembalikan, Berkas Perkara Video Asusila Gisel Belum Lengkap
    Ilustrasi/Medcom.id


    Jakarta: Berkas perkara kasus video asusila artis Gisella Anastasia dan Michael Yukinobu Defretes dikembalikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta. Berkas itu dinyatakan belum lengkap. 

    "Setelah dipelajari dan diteliti oleh tim jaksa penuntut umum (JPU) selama 12 hari, berkesimpulan bahwa berkas perkara tersebut belum lengkap," kata Kepala Sesi Penerangan dan Hukum (Kasi Penkum) Kejati DKI Jakarta Ashari Syam dalam keterangan tertulis, Rabu, 17 Februari 2021. 


    Ashari mengatakan berkas kedua tersangka belum memenuhi syarat formal dan materiel. Yakni, ada beberapa fakta yang belum memenuhi unsur-unsur pasal pidana dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pornografi.

    "Sehingga diperlukan beberapa keterangan tambahan baik dari saksi maupun ahli," ujar Ashari. 

    Baca: Proses Hukum Berlanjut, Gisel Akui Takut Dipenjara

    Ashari mengatakan JPU mengembalikan berkas perkara nomor: BP/16/1/2021 atas nama tersangka Gisella Anastasia dan nomor: BP/17/1/2021 atas nama tersangka Michael Yukinobu Defretes pada Senin, 15 Februari 2021. Berkas itu dilimpahkan Polda Metro Jaya pada Selasa, 2 Februari 2021. 

    "JPU mengembalikan berkas perkara tersebut kepada penyidik Polda Metro Jaya disertai dengan petunjuk untuk dilengkapi," ucap Ashari.

    Jagat maya dihebohkan video mesum yang diperankan seorang perempuan mirip Gisel. Setelah diusut polisi, Gisel mengaku menjadi pemeran perempuan dalam video.

    Begitu juga Michael, pemeran pria dalam video itu mengakui perbuatannya. Gisel dan Michael ditetapkan sebagai tersangka kasus video dewasa tersebut.

    Gisel merekam video asusila itu untuk dokumentasi pribadi. Video itu lalu dikirim menggunakan aplikasi AirDrop ke telepon genggam Michael.

    Gisel dikenakan Pasal 4 ayat 1 Juncto Pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, Pasal 27 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. 

    Sedangkan, Michael dijerat Pasal 8 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dan Pasal 27 ayat 1 Juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Keduanya terancam hukuman penjara hingga 12 tahun.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id