Pesantren Diwanti-wanti Tak Berurusan dengan Hukum

    Anggi Tondi Martaon - 14 November 2020 13:06 WIB
    Pesantren Diwanti-wanti Tak Berurusan dengan Hukum
    Ilustrasi/Media Indonesia.
    Jakarta: Pesantren diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap pengaruh radikalisme. Jangan sampai, lembaga pendidikan Islam terjerumus.

    "Kita tidak ingin pondok pesantren terbawa-bawa dan berurusan dengan hukum di negara kita," kata Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal (Komjen) Boy Rafli Amar dalam keterangan tertulis, Sabtu, 14 November 2020.

    Mantan Kapolda Papua itu mengajak pesantren meningkatkan kewaspadaan penyebarluasan paham radikal. Sebab, pesantren dianggap rentan terpengaruh paham ini. 

    Baca: Mahfud: Pesantren Jangan Masuk Angin

    "Selama ini kita lihat cukup banyak perwakilan dari mereka yang latar belakang pendidikannya dari pondok pesantren," ungkap dia.

    Mantan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri itu mengatakan radikalisme bertentangan dengan ajaran Islam. Para santri pun diajak menjadi pilar perdamaian. 

    "Dengan menggelorakan ciri khas pesantren Hubbul Wathon Minal Iman atau cinta tanah air sebagaian dari iman," ujar dia.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id