Dirut Petrokimia Bantah Pertemukan Bowo Sidik dan Asty

    Whisnu Mardiansyah - 22 November 2019 11:59 WIB
    Dirut Petrokimia Bantah Pertemukan Bowo Sidik dan Asty
    Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi. Foto: MI/Adam Dwi Putra
    Jakarta: Direktur Utama PT Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi membantah bertemu eks anggota DPR Bowo Sidik Pangarso. Rahmad diduga ikut mempertemukan Marketing Manager PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Asty Winasti dan Bowo Sidik. 

    "Saya sudah jelaskan. Yang jelas saya selaku warga negara menginginkan bisa membantu KPK menyelidiki ini membuka seterang benderangnya sehingga tugas KPK bisa berjalan dengan baik," kata Rahmad di Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 21 November 2019.

    Rahmad diduga memperkenalkan Asty kepada Bowo Sidik buat memuluskan kontrak kerja sama antara PT HTK dan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog). Asty meminta politikus Golkar itu membantu PT HTK mendapatkan kembali kontrak kerja sama pengangkutan kapal distribusi pupuk dengan PT Pilog. 

    Kontrak PT HTK diputus oleh PT Kopindo Cipta Sejahtera (KCS) pada 2015. PT KCS merupakan anak perusahaan PT Petrokimia Gresik. Rahmad mengeklaim tak ada kaitan dengan hal itu.

    "Di sidang Tipikor sebelumnya kan sudah terang benderang saya hanya di ikut-ikutkan saja. Karena ada yang mengkaitkanlah kira-kira begitu," jelas Rahmad. 

    Bowo bersama Marketing Manager PT HTK, Asty Winasti, dan pejabat PT Inersia, Indung, ditetapkan sebagai tersangka suap terkait kerja sama pengangkutan pupuk milik PT Pilog dan PT HTK. Bowo dan Idung sebagai penerima sedangkan Asty pemberi suap.

    Bowo diduga meminta fee dari PT HTK atas biaya angkut. Total komisi yang diterima Bowo USD2 permetric ton. Bowo diduga menerima fee enam kali di sejumlah tempat seperti rumah sakit, hotel dan kantor PT HTK sejumlah Rp221 juta dan USD85.130.

    Bowo dan Indung selaku penerima suap disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b ayat (1) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id