Jokowi Keluarkan Keppres Pemberhentian Wahyu Setiawan

    Sri Yanti Nainggolan - 18 Januari 2020 06:04 WIB
    Jokowi Keluarkan Keppres Pemberhentian Wahyu Setiawan
    Presiden ?Jokowi menerbitkan Keppres pemberhentian Wahyu Setiawan. Foto: Antara/Hafidz Mubarak.
    Jakarta: Presiden Joko Widodo memberhentikan eks Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan secara resmi. Selanjutnya, DPR akan mencari pengganti Wahyu.

    Jokowi telah mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) RI Nomor 9/P Tahun 2020 tentang Pemberhentian Dengan Tidak Hormat Anggota Komisi Pemilihan Umum Masa Jabatan Tahun 2017-2022 atas nama Wahyu Setiawan.

    "Keputusan Presiden ini mulai berlaku terhitung sejak tanggal 16 Januari 2020," ujar juru bicara Presiden, Fadjroel Rachman saat dikonfirmasi, Jumat, 17 Januari 2020.

    Pemberhentian tersebut sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan berdasarkan keputusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada 16 Januari 2020. Keputusan DKPP menyebutkan "Menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tetap kepada Teradu WS selaku Anggota Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia sejak putusan ini dibacakan".

    Setelah terbit, maka Presiden mengirimkan salinan Keppres tersebut ke pihak terkait antara lain DPR, KPU, Bawaslu dan DKPP.

    Setelah itu, DPR mengirimkan calon anggota dengan suara terbanyak untuk dilantik sebagai pengganti Wahyu. Kemudian, berdasarkan surat dari DPR, maka Presiden segera melantik anggota KPU pengganti.

    Pemberhentian Wahyu tak lepas dari operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu, 8 Januari 2020. Wahyu diduga menerima suap untuk mengupayakan penggantian antarwaktu (PAW) anggota DPR Riezky Aprilia dengan calon anggota legislatif (caleg) PDI Perjuangan Harun Masiku.

    KPK menyita uang Rp400 juta dalam pecahan dolar Singapura pada OTT di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Sebelumnya, Wahyu diduga menerima suap Rp200 juta.

    Lembaga Antirasuah menetapkan empat tersangka. Wahyu Setiawan dan orang kepercayaannya, sekaligus mantan anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Agustiani Tio Fridelina, menjadi tersangka penerima suap.

    Kader PDI Perjuangan Harun Masiku dan staf Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan Saeful menjadi tersangka penyuap. Hinggi kini Harun masih buron, sedangkan tiga tersangka lain sudah ditahan.



    (HUS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id