comscore

Sidang Unlawful Killing, Begini Kronologi Penembakan Laskar FPI Versi Dakwaan

Aria Triyudha - 19 Oktober 2021 03:14 WIB
Sidang <i>Unlawful Killing,</i> Begini Kronologi Penembakan Laskar FPI Versi Dakwaan
Sidang unlawful killing di PN Jaksel. Foto: Medcom.id/Aria Triyudha

Bripka Faisal KA, Briptu Fikri Ramadhan, Ipda M Yusmin Ohorella, dan Ipda Elwira menghampiri mobil yang ditumpangi anggota FPI. Mereka diminta turun dari mobil. Saat itu, ada enam anggota FPI. 

Polisi menemukan Faiz AS dan Andi Oktiawan telah meninggal. Sementara, empat anggota FPI lainnya, M Luthfil Hakim, Akhmad Sofyan, M Reza, dan Muhammad Suci Khadafi Poetra, diminta tiarap dengan tangan tak terborgol atau terikat.  Polisi, kata jaksa, sebenarnya wajib mengikat tangan pelaku kejahatan ketika tertangkap.
Keempat anggota FPI itu dimasukkan ke dalam mobil untuk dibawa ke Polda Metro Jaya. Mereka dikawal Briptu Fikri Ramadhan, Ipda M Yusmin Ohorella, dan Ipda Elwira Priadi. Namun, pengawalan dan pengamanan ini tidak sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Dalam perjalanan, anggota FPI M Reza dibantu Luthfil Hakim mencekik leher Briptu Fikri. Sofyan dan Suci Khadafi turut membantu menyeroyok dan menjambak Briptu Fikri.

Mengetahui kejadian itu, Ipda M Yusmin Ohorella mengurangi kecepatan kendaraannya. Ipda Elwira Priadi menembak Luthfil Hakim hingga empat kali dan A Sofyan dua kali.

Ipda M Yusmin Ohorella disebut seharusnya menepikan mobil sebagai pengendali kendaraan sekaligus pimpinan rombongan. Hal ini sesuai hierarki kepangkatan dan senioritas. Jaksa menilai Ipda M Yusmin Ohorella wajib menghentikan pengeroyokan dan percobaan perampasan senjata itu.

"Kalaupun terpaksa bisa menggunakan senjata api hanya sekadar melumpuhkan mengingat keempat anggota FPI itu tak lagi memiliki senjata tajam atau senjata api sebagaimana Pasal 44 ayat 2 Perkap RI Nomor 8 Tahun 2009 tentang penyelenggaraan tugas kepolisian," terang jaksa.

Ipda M Yusmin Ohorella dinilai bersalah karena membiarkan Ipda Elwira Priadi memanfaatkan senjata apinya menembak Luthfil Hakim dan Ahmad Sofyan ke sasaran mematikan di bagian dada. Tindakan ini dinilai sengaja untuk merampas nyawa orang lain melalui penembakan tanpa memperkirakan akibatnya.

Sementara itu, Briptu Fikri setelah terlepas dari cekikan dan dalam kondisi aman, disebut jaksa, tanpa rasa belas kasihan sengaja merampas nyawa orang lain. Dia menembak dada kiri M Reza hingga dua kali dan M Suci Khadafi tiga kali.

Keempat anggota FPI itu tewas. Ipda M Yasmin Ohorella lalu menepikan kendaraannya. Ia melapor kepada Kompol Ressa F Marassa Bessy. Briptu Fikri Ramadhan, Ipda M Yusmin Ohorella, dan Ipda Elwira PZ diperintahkan membawa keempat anggota FPI itu ke RS Polri untuk penanganan medis.

Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella oleh jaksa dikenakan dakwaan primer Pasal 338 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan. Sementara itu, dakwaan subsider terkait Pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan.

Persidangan terdakwa unlawful killing, Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella, dilanjutkan Selasa, 26 Oktober 2021. Sidang beragendakan mendengarkan keterangan saksi-saksi.

(OGI)



Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id