comscore

Sidang Unlawful Killing Laskar FPI, Jaksa-Hakim Berdebat

Aria Triyudha - 02 November 2021 14:35 WIB
Sidang <i>Unlawful Killing</i> Laskar FPI, Jaksa-Hakim Berdebat
Sidang unlawful killing di PN Jaksel/Medcom.id/Aria Triyudha
Jakarta: Silang pendapat antara Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan Hakim mewarnai sidang lanjutan perkara unlawful killing empat laskar Front Pembela Islam (FPI). Jaksa dan Hakim adu debat terkait mekanisme pemberian keterangan saksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini, 2 November 2021.

JPU menginginkan delapan saksi yang memberikan keterangan hari ini bersaksi secara online dari Kejaksaan Negeri Jaksel. "Kami menunggu saksi hadir di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan," kata JPU di sidang unlawful killing di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jaksel, Selasa, 2 November 2021.

 



Pernyataan itu dikemukakan JPU setelah mengetahui tujuh dari delapan saksi hadir langsung di PN Jaksel. Hanya seorang saksi sidang unlawful killing yang berada di Kejaksaan Negeri Jaksel.

Baca: Saksi Ungkap Sajam dan Pistol Ditemukan Dalam Mobil Laskar FPI

Padahal, JPU tetap berpegang kepada panggilan dan penetapan majelis hakim. Yakni, para saksi harus memberikan keterangan secara online.

JPU meminta para saksi menuju Kejari Jaksel untuk bersaksi secara virtual. Ketua Majelis Hakim M Arif Nuryanta pun merespons dengan tidak membatasi kehadiran saksi secara langsung.

"Majelis akan mengambil sikap bahwa persidangan ada offline tidak terbatas saksinya, tidak sebanyak yang penuntut umum (JPU) hadirkan, mungkin empat dulu dan nanti tetapi satu-satu," kata Arif.

JPU keberatan keterangan saksi diberikan secara langsung dan online. Jaksa meminta keberatan dicatat dalam berita acara sidang.

Majelis Hakim memutuskan sidang digelar dengan meminta keterangan secara online seorang saksi di Kejaksaan Negeri Jaksel. Saksi ini merupakan penyidik Bareskrim Polri, Saifullah.

Sebanyak dua anggota Polda Metro Jaya, Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M Yusmin Ohorella, merupakan terdakwa dalam kasus ini. Mereka dikenakan dakwaan primair Pasal 338 KUHP tentang Tindak Pidana Pembunuhan dan dakwaan subsidair Pasal 351 KUHP tentang Tindak Pidana Penganiayaan.

Kedua terdakwa mengakibatkan meninggalnya empat laskar FPI yaitu M Luthfi Hakim, Akhmad Sofyan, M Reza, dan Muhammad Suci Khadafi Poetra, meninggal dunia. Mereka ditembak di dalam mobil Daihatsu Xenia warna silver nomor polisi B 1519 UTI di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek pada 7 Desember 2020.

Diketahui, ada enam laskar eks FPI tewas dalam dua kejadian terpisah. Pertama, dua laskar meregang nyawa saat baku tembak dengan polisi di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek, 7 Desember 2020.

Kedua, empat laskar meninggal dunia akibat tindakan tegas dan terukur oleh polisi di dalam mobil ketika hendak dibawa ke Mapolda Metro Jaya.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id