Aliran Rp19 Miliar Suap Bansos ke Kemensos dan BPK Ditelusuri

    Candra Yuri Nuralam - 08 Juni 2021 07:43 WIB
    Aliran Rp19 Miliar Suap Bansos ke Kemensos dan BPK Ditelusuri
    Ilustrasi pegawai KPK. Istimewa



    Jakarta: Sejumlah pejabat Kementerian Sosial (Kemensos) sampai anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) disebut kecipratan uang hasil suap pengadaan bantuan sosial (bansos) pada 2020 tahap pertama. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendalami aliran uang yang nilainya mencapai Rp19,3 miliar tersebut.

    "Kami pastikan perkara ini akan dikembangkan lebih lanjut dengan menetapkan pihak lain sebagai tersangka," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri kepada Medcom.id, Selasa, 8 Juni 2021.

     



    Lembaga Antirasuah sudah mencatat nama-nama orang yang menikmati duit haram dalam pengadaan bansos itu. KPK segera menganalisa fakta persidangan itu.

    "Analisa dilakukan untuk mendapatkan kesimpulan apakah keterangan saksi tersebut ada keterkaitan dengan alat bukti lain sehingga menjadi fakta hukum," ujar Ali.

    KPK tak akan segan menetapkan tersangka baru jika kedapatan terlibat dalam korupsi bansos. Dia memastikan pihaknya tidak akan pandang bulu dalam bekerja memberantas korupsi.

    "Prinsipnya, sejauh ada kecukupan setidaknya dua bukti permulaan yang cukup," tegas Ali.

    Baca: Vendor Tak Lolos Syarat Tetap Ikut Proyek Bansos

    Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Sosial (Kemensos) Matheus Joko Santoso membeberkan pembagian jatah duit hasil suap pengadaan bansos pada 2020 tahap pertama. Duit Rp19,3 miliar itu dibagikan ke pejabat tinggi di Kemensos sampai anggota BPK.

    Matheus uang haram itu di antaranya diberikan ke Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Pepen Nazarudin sebesar Rp1 miliar. Duit itu diberikan pada Juli 2020.

    "Bentuknya dolar Singapura senilai Rp1 miliar," kata Matheus saat bersaksi di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 7 Juni 2021.

    Lalu, duit haram itu juga mengalir ke PPK Kemensos Adi Wahyono. Matheus menyebut Adi terima uang suap bansos tahap pertama senilai Rp1 miliar melalui mata uang Singapura.

    Kemudian, Matheus menyerahkan uang sekitar Rp1 miliar ke anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasih. Duit itu diberikan pada Juli 2020 dengan mata uang dolar Amerika.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id