Pelaku Peragakan 19 Adegan Pembunuhan di Green Pramuka

Sunnaholomi Halakrispen - 11 Januari 2019 05:51 wib
Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Jakarta: Polisi melakukan reka ulang kasus pembunuhan di Apartemen Green Pramuka City, Rawasari, Jakarta Pusat. Pelaku bernama Haris, 24, memeragakan 19 adegan pembunuhan.

Seperti dilansir Antara, reka ulang dilakukan di lorong Apartemen. Akses lift untuk umum ditutup selama proses reka ulang berlangsung. 

Beberapa penghuni apartemen pun diimbau agar tidak mendekati area rekonstruksi saat Haris memeragakan adegan pembunuhan. 

Adegan dimulai saat Haris memeragakan tengah mengikuti korban dari lantai dasar hingga lantai 16. Haris menghabisi nyawa Nurhayati saat korban keluar dari lift di lantai 16.

"Pelaku (Haris) menghabisi korban setelah keluar lift itu ada di adegan 16," ujar Wakil Kepala Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Arie Ardian, Kamis, 10 Januari 2019.

Haris berkali-kali sempat mengikuti Nurhayati dari lantai bawah. Selanjutnya, dia ikut masuk ke lift bersama korban dan keduanya terlibat cekcok.

Saat cekcok berlangsung, Haris yang sudah gelap mata hingga akhirnya tega membunuh Nurhayati dengan sebuah pisau dan menikam berkali-kali. Mengetahui korban telah tak bernyawa, Haris panik dan berusaha menghilangkan jejak.

"Sampai selesai, tersangka langsung meninggalkan korban dan mencoba menghilangkan jejak dengan keluar dan naik ke lantai 27," tuturnya.

Aksi Haris telah terekam kamera pengintai (CCTV). Pelaku juga meninggalkan beberapa barang bukti di lokasi kejadian. 

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, AKPB Tahan Marpaung mengatakan, tak ada temuan baru dari rekonstruksi tersebut.

Polisi hanya mencatat adanya perlawanan yang dilakukan korban ketika Haris melakukan pembunuhan. Ketika keluar lift, pelaku sempat menarik korban hingga korban melawan dan pelaku melakukan penusukan.

"Korban sempat melawan, hal itu terungkap adanya bekas luka cakaran di tubuh tersangka," kata Tahan.

Atas perbuatannya, Haris terancam Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiayaan. Dengan demikian, ia diancaman hukuman 15 tahun penjara.


(AGA)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.