Benny Tjokrosaputro Menghadapi Vonis Kasus Jiwasraya

    Fachri Audhia Hafiez - 26 Oktober 2020 08:29 WIB
    Benny Tjokrosaputro Menghadapi Vonis Kasus Jiwasraya
    Terdakwa kasus korupsi pengelolaan investasi saham dan reksa dana PT Asuransi Jiwasraya (AJS) Persero, Benny Tjokrosaputro. ANT/Galih Pradipta
    Jakarta: Direktur Utama PT Hanson International Tbk, Benny Tjokrosaputro, akan menjalani sidang pembacaan vonis atas kasus korupsi pengelolaan investasi saham dan reksadana PT Asuransi Jiwasraya (AJS). Sidang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

    "Agenda untuk pembacaan putusan," dikutip dari laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin, 26 Oktober 2020.

    Sidang perkara Nomor 29/Pid.Sus-TPK/2020/PN Jkt.Pst itu rencananya digelar pukul 10.00 WIB. Pembacaan vonis Benny bersamaan dengan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk Heru Hidayat.

    Benny dan Heru dituntut hukuman pidana seumur hidup serta denda Rp5 miliar subsider 1 tahun penjara. Keduanya juga dituntut hukuman membayar uang pengganti yang mesti dibayar setelah berkekuatan hukum tetap.

    (Baca: Penuntutan Seumur Hidup Benny Tjokrosaputro Dianggap Terobosan Hukum)

    Benny diminta membayar Rp6 triliun, sedangkan Heru Rp10 triliun. Benny dan Heru dinilai terbukti merugikan keuangan negara Rp16,8 triliun terkait pengelolaan investasi saham dan reksadana PT AJS serta melakukan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Perbuatan itu dianggap telah memperkaya para terdakwa dan orang lain.

    Benny dan Heru dianggap melanggar Pasal 2 Ayat 1 juncto Pasal 18 ayat (1) huruf b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

    Sedangkan pada perkara TPPU keduanya dianggap melanggar Pasal 3 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

    Sementara itu, empat terdakwa lain dalam perkara yang sama juga telah menjalani sidang putusan. Keempatnya ialah mantan Direktur Utama PT AJS, Hendrisman Rahim; mantan Direktur Keuangan PT AJS, Hary Prasetyo; mantan Kepala Divisi Investasi dan Keuangan PT AJS, Syahmirwan; dan Direktur Utama PT Maxima Integra, Joko Hartono Tirto. Para terdakwa kompak dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id