Cynthiara Alona Mengetahui Hotelnya Jadi Sarang Prostitusi Online

    Siti Yona Hukmana - 19 Maret 2021 13:52 WIB
    Cynthiara Alona Mengetahui Hotelnya Jadi Sarang Prostitusi <i>Online</i>
    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus/Medcom.id/Siti.



    Jakarta: Polisi menetapkan artis Cynthiara Alona (CA) dan adiknya, Abdul Aziz (AA) sebagai tersangka kasus prostitusi online di Hotel Alona, Jalan Lestari, Kreo, Larangan, Kota Tangerang. Polisi memiliki dua alat bukti atas keterlibatan keduanya. 

    "Kemarin ada yang bertanya apa konteksnya saudari CA dan AA ini ditetapkan tersangka. Di sini dia mengetahui langsung (perbuatan prostitisi online)," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 19 Maret 2021. 

     



    Baca: Polisi Sebut Tersangka Prostitusi di Hotel Cynthiara Alona Lebih dari 3

    Yusri mengatakan Cynthiara Alona adalah pemilik hotel tersebut. Sedangkan Abdul, adalah pengelola hotel. Motif keterlibatan keduanya dalam kasus ini, karena pengunjung hotel sedikit saat pandemi covid-19.

    "Sehingga, ada peluang agar operasional berjalan dengan menerima kasus-kasus perbuatan cabul di hotelnya," ujar Yusri. 

    Selain Cynthiara dan Abdul, polisi juga menetapkan tersangka terhadap muncikari DA. Cynthiara, Abdul, dan DA bekerja sama melancarkan aksi prostitusi online melalui aplikasi MiChat. Ketiga tersangka telah ditahan usai menjalani berita acara pemeriksaan (BAP).

    Yusri mengatakan kasus ini terungkap pada Selasa, 16 Maret 2021. Ada sebanyak 43 orang diamankan, 15 di antaranya anak di bawah umur. 

    Ketiga tersangka dikenakan Pasal 76 I Jo Pasal 88 Undang-Undang (UU) RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Perubahan Atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 2 ayat (1) UU RI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 27 ayat (1) Jo Pasal  45 UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 506 KUHP.

    "Ancamannya paling tinggi 10 tahun penjara," ucap Yusri. 

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id