comscore

Jadi Saksi, Gisel Ajukan Sidang Virtual

Siti Yona Hukmana - 18 Maret 2021 12:34 WIB
Jadi Saksi, Gisel Ajukan Sidang Virtual
Artis Gisella Anastasia/Medcom.id/Siti.
Jakarta: Artis Gisella Anastasia mengajukan permohonan menghadiri sidang PP dan MM, dua terdakwa penyebaran masif video asusila terkait dirinya secara virtual. Dia berharap bisa memberikan keterangan sebagai saksi secara daring. 

"Iya kalau kita sih karena kondisi lagi seperti ini ya (covid-19) kita enggak tahu di sana gimana jadi mengajukan dulu saja," kata Gisel usai wajib lapor di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Maret 2021. 
Gisel dan kuasa hukumnya, Toddy Laga Buana, mengajukan permohonan sidang virtual tersebut ke pengadilan dan kejaksaan. Gisel menunggu jawaban pengadilan. Dia bersedia menjadi saksi dalam persidangan dua terdakwa penyebar video masif tersebut. 

"Kita sudah menyediakan kok waktunya (untuk menjadi saksi secara virtual)," ujar mantan istri Gading Marten itu. 

Baca: Pemeriksaan Saksi Sidang Video Asusila Gisel Digelar Tertutup
 
Namun, Gisel siap menerima apa pun keputusan pengadilan. Dia akan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.

"Ya kalau kita tetap ikuti prosedur yang berlaku. Kan kita baru mengajukan tapi apa pun keputusannya kita manut," ucap Gisel. 

Toddy menambahkan sidang virtual merupakan langkah yang bijak dilakukan saat pandemi covid-19. Pasalnya, upaya itu bisa meminimalisasi kerumunan massa. 

"Kan masa pandemi ini sidang-sidang melalui virtual, karena mencegah kerumunan massa dan tempat-tempat penyebaran (covid-19). Jadi untuk saat ini hal ini lumrah sudah aturan," ungkap Toddy 

Sidang lanjutan kasus penyebaran video asusila Gisella Anastasia dan Michael Yukinobu Defretes dengan terdakwa PP dan MM pada Selasa, 16 Maret 2021 ditunda. Penundaan sidang tertutup itu karena saksi dari polisi yang menangkap kedua terdakwa absen. 

Kuasa hukum PP, Roberto Sihotang mengungkapkan saksi yang paling penting untuk hadir dalam persidangan adalah Gisel. Sebab, dia peran wanita dalam video dewasa itu. 

"Hari ini agendanya saksi polisi yang tangkap si terdakwa, tetapi menurut kita saksi itu tidak efisien sih. Bagi kita yang paling penting Giselnya," ujar Roberto, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 16 Maret 2011.  

PP dan MM menyebarkan video dewasa itu untuk keuntungan pribadi. PP mengaku mengunggah video asusila di media sosial Twitter untuk menambah followers-nya, sedangkan MM untuk mengikuti give away atau kuis. 

Keduanya didakwa melanggar Pasal 27 ayat 1 juncto Pasal 45 Undang-Undang (UU) Nomor 19 tahun 2016 tentang ITE. Selain itu,  Pasal 4 juncto Pasal 29, Pasal 8 juncto Pasal 34 UU Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi. 


(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id