Hiendra Berpindah Lokasi di Kawasan Jawa selama Buron

    Fachri Audhia Hafiez - 29 Oktober 2020 20:47 WIB
    Hiendra Berpindah Lokasi di Kawasan Jawa selama Buron
    Konferensi pers buronan perkara kasus suap dan gratifikasi terkait penangangan perkara di MA pada 2011-2016, Hiendra Soenjoto (HS) melalui akun YouTube KPK RI. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
    Jakarta: Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT) Hiendra Soenjoto berpindah-pindah tempat selama buron delapan bulan. Tersangka kasus suap dan gratifikasi terkait penangangan perkara di Mahkamah Agung (MA) pada 2011-2016 itu, berhasil dibekuk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

    "Daerah pelariannya memang masih terpantau di Jawa saja, antara Surabaya, Jakarta, dan tempat lain sepanjang perjalanan. Mungkin di Jawa Tengah dan kota-kota kecil lainnya," kata Deputi Penindakan KPK Karyoto di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis, 29 Oktober 2020.

    Hiendra juga berganti-ganti nomor ponsel. Keluarga tersangka menutup rapat informasi terkait Hiendra.

    Karyoto mengungkapkan tim menerima laporan dari berbagai sumber yang mengetahui jejak Hiendra. Pelarian Hiendra berakhir hari ini, Kamis, 29 Oktober 2020.

    "Mungkin dibilang hari apesnya, dia hari ini tertangkap," ucap Karyoto.

    (Baca: Hiendra Soenjoto Ditangkap di Apartemen Kawasan BSD Tangerang)

    Hiendra ditangkap di salah satu apartemen yang dihuni temannya di kawasan BSD Tangerang Selatan, Banten. Keberadaan Hiendra terendus sejak Rabu, 28 Oktober 2020.

    KPK membawa dua unit kendaraan yang diduga digunakan Hiendra selama pelarian. Penyidik juga membawa alat komunikasi, dan barang-barang pribadi milik buronan sejak 11 Februari 2020 itu.

    Hiendra diduga menyuap eks Sekretaris MA Nurhadi sebesar Rp45,7 miliar. Fulus diberikan melalui menantu Nurhadi, Rezky Herbiyono. Suap dimaksudkan memenangkan Hiendra dalam penanganan perkara perdata PT MIT.

    Hiendra disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau huruf b subsider Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan
    Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 jo. Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id