Setengah Lebih Kapasitas Lapas Indonesia Diisi Terpidana Narkoba

    Candra Yuri Nuralam - 31 Maret 2021 12:28 WIB
    Setengah Lebih Kapasitas Lapas Indonesia Diisi Terpidana Narkoba
    Ilustrasi penjara. Medcom.id/M Rizal



    Bandung: Seluruh penjara di Indonesia menampung 250 ribu narapidana. Mayoritas kapasitas lembaga pemasyarakat (lapas) diisi narapidana kasus narkoba.

    "Sebanyak 135 ribu (narapidana) dengan satu perkara, narkoba," kata Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Reynhard Silitonga di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Rabu, 31 Maret 2021.






    Reynhard mengatakan narapidana kasus narkoba juga membuat penjara 'banjir'. Banyak lapas kelebihan kapasitas akibat dipenuhi narapidana narkoba. Contohnya, Lapas Cipinang, Jakarta Timur.

    "Jumlah warga binaan (di Lapas Cipinang) adalah 3.800, sedangkan kapasitasnya hanya 1.300. Berarti lebih dua kali lipat (kapasitas) yang ada di sana. Dari 3.800 itu, isinya adalah 3.500 perkara narkotika," ujar Reynhard.

    Baca:

    Kebanyakan narapidana narkoba yang dipenjara juga berkasus 'receh'. Reynhard menyebut 70 persen narapidana kasus narkoba dipenjara dengan temuan barang bukti di bawah lima gram.

    "Kalau kita hitung, hukumannya enam tahun ke atas. (Jika hukuman) lima sampai enam tahun, maka anggaran untuk menyelenggarakan pembinaan terhadap seorang warga binaan demikian besar," terang Reynhard.

    Masalah membludaknya narapidana kasus narkoba ini diperparah aturan yang tidak memberi pengampunan bagi orang yang terlibat kasus ini. Alhasil, banyak narapidana kasus narkoba yang masuk, tapi sedikit yang keluar.

    "Ini kondisi di dalam lapas sehingga terjadi asimilasi mengurangi daripada jumlah warga binaan sehingga sudah berkurang sekarang 75 ribu tapi tetap overcrowded (kepenuhan)," ucap Reynhard.

    (SUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id