comscore

Irjen Napoleon Pakai HP di Rutan, Kompolnas: Harus Diberi Sanksi

Siti Yona Hukmana - 19 Mei 2022 09:21 WIB
Irjen Napoleon Pakai HP di Rutan, Kompolnas: Harus Diberi Sanksi
Irjen Napoleon Bonaparte (baju kuning). Foto: MI/Susanto.
Jakarta: Terdakwa kasus penganiayaan Muhammad Kece, Irjen Napoleon Bonaparte, diketahui menggunakan telepon genggam di dalam Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri, Jakarta. Jenderal bintang dua dan penjaga rutan diminta diberi sanksi.

"Jadi, kalau ada pelanggaran maka petugas dan tahanan harus diperiksa dan dijatuhi sanksi," kata Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti saat dikonfirmasi, Kamis, 19 Mei 2022. 
Poengky menyebut pelarangan penggunaan handphone (HP) di dalam rutan tertuang dalam Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Perkap) Nomor 4 Tahun 2015 tentang Perawatan Tahanan di Lingkungan Polri. Beleid itu berisi perintah terhadap petugas jaga untuk melarang tahanan membawa barang elektronik.

"Tolong dibaca Pasal 33 Perkap 4 Tahun 2015 tentang Perawatan Tahanan. Di sana disebutkan bahwa dalam menjaga keamanan dan ketertiban ruang tahanan, petugas jaga melarang tahanan untuk membawa alat komunikasi dan elektronik," jelas Poengky.

Fakta ini terbongkar saat jaksa mengajukan sejumlah pertanyaan kepada M Kece di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 17 Mei 2022. Salah satu pertanyaan jaksa ialah reaksi Napoleon dan Choky atas konten yang disebut menodai suatu keyakinan.

"Pada saat itu mereka masih diam-diam saja. Merekam, karena ada dua HP di situ," kata Kece menjawab pertanyaan jaksa.

Baca: Pelaku Penganiayaan Anak di Tangsel Masih SD

Selain Irjen Napoleon Bonaparte, perkara tindak kekerasan ini juga menjerat terdakwa Dedy Wahyudi, Djafar Hamzah, Himawan Prasetyo, Harmeniko alias Choky alias Pak RT yang merupakan sesama tahanan di Rutan Bareskrim Polri. Mendengar pengakuan M Kece, jaksa kembali menanyakan kegunaan handphone tersebut.

"Iya direkam semua pembicaraan saya (terkait hadis yang dijadikan konten)," ucap Kece.

Jaksa menanyakan dari kantong siapa HP itu dikeluarkan. M Kece menjawab HP itu sudah dalam genggaman Napoleon yang kala itu masih menjabat perwira tinggi Polri. 

"Ya yang saya tahu dipegang oleh Jenderal," kata tersangka kasus penistaan agama itu.

M Kece memastikan kedua HP dipegang mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri itu. Namun, tidak disebut pemilik telepon genggam tersebut. 

(LDS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id