Mastur Diperiksa Kejagung Terkait Kasus TVRI

    Deny Irwanto - 27 Mei 2015 19:51 WIB
    Mastur Diperiksa Kejagung Terkait Kasus TVRI
    Perkerja mengecat tembok di dekat logo TVRI yang terpasang di gedung Stasiun TVRI, Jakarta, Kamis (17/6). Photo: MI/ RAMDANI
    medcom.id, Jakarta: Komedian Mastur yang juga merupakan adik kandung tersangka dugaan tindak pidana korupsi program acara siap siar Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI tahun anggaran 2012 Mandra Naih mememuhi panggilan penyidik Kejaksaan Agung.

    Mastur diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi dalam perkembangan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi program acara siap siar LPP TVRI tahun anggaran 2012.

    "Saksi hadir memenuhi panggilan penyidik sekitar pukul 10.30 Wib," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Tony Tribagus Spontana di Kejaksaan Agung, Rabu (27/5/2015).

    Tony membeberkan, penyidik mencecar Mastur dengan pertanyaan terkait tahu atau tidaknya Mastur dalam posisinya sebagai Komisaris di PT. Viandra Production yang menjadi salah satu pemenang dan pelaksana pengadaan acara siap siar LPP TVRI Tahun Anggaran 2012.

    "Khususnya mengenai tahu tidaknya kegiatan perusahaan sebagai salah satu dari 8 perusahaan pemenang dan pelaksana pengadaan acara siap siar Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI Tahun Anggaran 2012, untuk empat paket Pekerjaan (Animasi Robotik, FTV Komedi, Sinema FTV Kolosal, dan Sinetron Komedi) serta hal-hal yang terkait dengan penerimaan uang hasil kegiatan pengadaan untuk perusahaan," beber Tony.

    Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan empat orang tersangka. Keempat tersangka yakni pelawak kondang Mandra Naih selaku Direktur Viandra Production, lalu Iwan Chermawan Direktur PT Media Art Image dan Yulkasmir, merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yang juga pejabat teras di PT TVRI dan Irwan Hendarmin selaku Direktur Program dan Bidang LPP TVRI Tahun 2012.

    Empat tersangka dilakukan penahanan yakni Mandra Naih, Iwan Chermawan dan Yulkasmir dan Iwan Hendarmin. Keempat tersangka disangka melanggar pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Nomor 31 tahun 1999 jo UU Nomor 20/2001 dengan ancaman 20 tahun penjara.


    (ICH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id