Kadiv Humas Polri: Kasus BG Kemungkinan Dihentikan

    Githa Farahdina - 28 Mei 2015 12:50 WIB
    Kadiv Humas Polri: Kasus BG Kemungkinan Dihentikan
    Komjen Budi Gunawan. Foto: M Agung Rajasa/Antara



    medcom.id, Jakarta: Polri kemungkinan menghentikan kasus dugaan gratifikasi Komjen Budi Gunawan. Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan menuturkan, putusan penghentian dilakukan setelah Polri melakukan gelar perkara beberapa waktu lalu. 

    "Kemungkinan iya, diberhentikan," tegas Anton di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Kamis (28/5/2015).

    Polri mengacu pada putusan pengadilan yang menyatakan status sprindik KPK yang menyebut Budi Gunawan tersangka tak sah. Selain itu, kata Anton, bukti permulaan pun harus lengkap. Sementara KPK hanya menyerahkan bukti permulaan berupa fotokopi BAP dan laporan hasil analisis (LHA) PPATK. BAP pun tak ditandatangani dan tak tertera nama penyidik yang memeriksa.

    "Kami minta ke KPK ternyata tidak ada. Lalu bagaimana ini? Di dunia ini kalau ada yang bisa menersangkakan dengan bukti seperti itu, saya ingin tahu negara mana," tegas Anton.

    Budi Gunawan ditetapkan tersangka Januari lalu, sehari sebelum menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR. Saat itu, Budi Gunawan adalah calon tunggal Kapolri.

    Dijadikan tersangka, Budi tak terima. Dia mengajukan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

    Hakim tunggal yang memimpin sidang praperadilan Sarpin Rizaldi memutuskan menerima permohonan Komjen Budi dan menganggap KPK tak punya kekuatan hukum menyidik kasus Budi.

    Karena itu, KPK memutuskan melimpahkan proses hukum kasus Komjen Budi ke Kejagung. Kejagung kemudian menyerahkan penanganan kasus ini ke Bareskrim yang kemudian menghentikannya. Meski status tersangkanya cacat hukum, Presiden Joko Widodo enggan melantik Budi. Kini, Budi Gunawan menjabat sebagai Wakapolri.(KRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id