Kapolri Diminta Keluarkan Aturan Pembebasan Tahanan

    Cindy - 02 April 2020 15:23 WIB
    Kapolri Diminta Keluarkan Aturan Pembebasan Tahanan
    Kapolri Jenderal Idham Azis/Medcom.id/Aditya.
    Jakarta: Kapolri Jenderal Idham Azis diminta menerbitkan Peraturan Kapolri (Perkap) terkait pembebasan tahanan di kantor kepolisian. Sebab Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 tidak memerinci hal ini.

    "Kapolri perlu menyeleksi tindak pidana apa saja yang perlu ditahan beserta prosedurnya," kata pengamat hukum pidana Fachrizal Afandi kepada Medcom.id, Kamis, 2 April 2020.

    Baca: Yasonna Bakal Bebaskan 30 Ribu Napi untuk Cegah Penyebaran Korona

    Kebijakan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) mencegah penyebaran korona (covid-19), dianggap kurang menyeluruh. Beleid itu tak menyentuh para tahanan di kantor polisi.

    Kapolri, kata dia, bisa membuat aturan turunan dari Permenkumam. Kapolri juga harus membuat detail kategori tahanan yang layak dibebaskan.

    Fachrizal menyebut Korps Bhayangkara harus selektif dalam pembebasan tahanan. Kasus berat seperti pembunuhan, pemerkosaan, dan perampokan harus tetap ditahan.

    "Untuk kasus pemakai narkoba, asal bukan bandar bisa diperintahkan untuk tidak ditahan. Kasus penghinaan dan tersangka anak juga tidak ditahan," ucapnya.

    Opsi lainnya, kata Fachrizal, bisa dilakukan penahanan kota atau penahanan rumah. Hal ini dinilai efektif mencegah potensi penyebaran covid-19 dan sesuai dengan Maklumat Kapolri bernomor: MAK/2/III/2020 tentang Kepatuhan terhadap Kebijakan Pemerintah dalam Penanganan Penyebaran Virus Korona.

    Kemenkum HAM memutuskan memulangkan 30 ribu narapidana umum dan anak di tengah pandemi virus korona. Hal itu untuk mengurangi penyebaran virus korona di lingkungan lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan).

    Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) telah melepaskan 13.430 narapidana umum dan anak seluruh Indonesia. Rinciannya, narapidana keluar dengan asimilasi 9.091 orang dan yang keluar dengan program integrasi 4.339 orang.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id