Kadiv Pemasyarakatan Kemenkumham Jabar Diperiksa KPK

    Candra Yuri Nuralam - 11 Februari 2020 12:20 WIB
    Kadiv Pemasyarakatan Kemenkumham Jabar Diperiksa KPK
    Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri. Foto: Medcom.id/Arga Sumantri
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil Kepala Divisi Pemasyarakatan pada Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat, Abdul Haris. Abdul bakal diperiksa terkait kasus dugaan suap pemberian fasilitas atau perizinan keluar Lapas Kelas I Sukamiskin.

    "Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka TCW (pengusaha asal Banten, Tubagus Chaeri Wardana atau Wawan)," kata pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Februari 2020.

    Penyidik akan mendalami hubungan Abdul dengan Wawan. Keterangan Abdul akan digunakan untuk menguatkan bukti yang dipegang penyidik.

    Kadiv Pemasyarakatan Kemenkumham Jabar Diperiksa KPK
    Kavidpas Jawa Barat, Abdul Haris (Kanan) didampingi Kalapas Karawang, Iskandar Irianto Basuki (Kiri) menyerahkan simbolis remisi khusus pada perayaan Natal 2019. Foto: MI/Cikwan

    Kasus ini merupakan pengembangan perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Wawan. Ada fakta persidangan, suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu, pernah menyuap mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husen. Suap diduga diberikan untuk mengencani seorang artis di sebuah hotel di Bandung, Jawa Barat.

    KPK menetapkan lima tersangka dalam kasus ini. Mereka ialah dua eks Kepala Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Wahid Husein dan Deddy Handoko, Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi Rahadian Azhar, dan dua warga binaan, Tubagus Chaeri Wardana serta eks Bupati Bangkalan Fuad Amin.

    Fuad meninggal saat penyidikan berjalan. Sehingga, KPK fokus menangani perkara yang melibatkan empat tersangka lainnya.





    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id