• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 19 SEP 2018 terkumpul RP 19.955.605.901

KY Tagih Janji MA

Damar Iradat - 13 Maret 2018 18:46 wib
Gedung Mahkamah Agung (Foto: Antara/Rosa Panggabean)
Gedung Mahkamah Agung (Foto: Antara/Rosa Panggabean)

Jakarta: Komisi Yudisial (KY) menagih janji Mahkamah Agung (MA) untuk menjaga integritas lembaganya. Hal itu menyusul kembali ditangkapnya oknum peradilan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 12 Maret 2018 kemarin. 

Juru Bicara KY Farid Wajdi mengatakan, terkait banyaknya oknum-oknum peradilan yang nakal, KY sudah seringkali memberikan rekomendasi menjatuhkan sanksi kepada para hakim yang melanggar kode etik. Sayangnya, menurut dia, MA sebagai lembaga yang menaungi peradilan kerap mengabaikan rekomendasi tersebut dengan berbagai alasan. 

"Pengabaian rekomendasi justru akhirnya akan menimbulkan persepsi publik bila MA memegang teguh esprit de corps untuk menutupi bahkan melindungi hakim yang melanggar kode etik," tutur Farid lewat keterangan tertulisnya, Selasa, 13 Maret 2018.

Seharusnya, kata dia, semangat ini hendaknya diarahkan ke hal-hal positif yang dapat mengembalikan kepercayaan publik. Sebab, citra MA saat ini bisa dibilang tengah tercoreng akibat perbuatan para hakim-hakim nakal tersebut.

"Oleh karena itu, KY menagih janji MA untuk menjaga integritas lembaga dengan berkomitmen menindaklanjuti rekomendasi sanksi yang diberikan KY," tegasnya.

Ia menambahkan, seringkali dalih teknis  yudisial seolah menjadi cara untuk menghindar dari sanksi etika. Padahal, seharusnya MA tidak menganggap remeh terhadap aspek etika. 

Farid menegaskan, sebuah itikad pembersihan dan pembenahan saja tidak cukup untuk mengembalikan citra baik MA. Hal tersebut perlu diimbangi dengan usaha kuat untuk meraih kembali kepercayaan publik dan memulihkan keagungan lembaga peradilan.  

KY sebelumnya mencatat praktik suap, gratifikasi, dan jual beli perkara di pengadilan menjadi salah satu 'penyakit' akut di dunia peradilan. Isu itu telah lama menjadi fokus perhatian lembaga pengawas yudikatif tersebut.

Sejak sidang Majelis Kehormatan Hakim (MKH) digelar oleh Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) pertama kali di tahun 2009, kasus suap dan gratifikasi cukup mendominasi hingga sekarang. Bahkan, perkara ini juga selalu menghiasi sidang MKH pada setiap tahunnya. 

"Dari 49 sidang MKH yang telah dilaksanakan, ada sebanyak 22 laporan adalah kasus suap dan gratifikasi," kata Farid 

Menurut Farid, citra lembaga peradilan dan kepercayaan publik terhadap hakim sangat ditentukan oleh integritas pribadi, kapasitas, dan perilaku hakim dalam menjalankan tugasnya. Integritas yang seharusnya menjadi harga mati bagi hakim justru tercoreng dengan terulangnya kembali tangkap tangan terhadap hakim. 

Ia melanjutkan, langkah pembersihan, pembenahan, serta pembinaan penting dilakukan agar hal ini tak kembali merusak citra dunia peradilan. Pembinaan itu juga perlu diimbangi dengan menampilkan kemuliaan profesi dari pimpinan pengadilan sehingga menjadi role model atau teladan bawahannya.

KPK menangkap salah satu panitera pengganti di Pengadilan Negeri Tangerang dan seorang penyuap. Keduanya dibawa ke KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, dari informasi awal, mereka yang ditangkap diduga terlibat transaksi suap terkait penanganan perkara perdata yang ditengah ditangani Pengadilan Negeri Tangerang.


(Des)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.