Polri Temukan Penyebab Pemadaman Listrik Massal

    Kautsar Widya Prabowo - 08 Agustus 2019 14:39 WIB
    Polri Temukan Penyebab Pemadaman Listrik Massal
    Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Dedi Prasetyo. Foto: Medcom.id/Theofilus Ifan Sucipto.
    Jakarta: Mabes Polri mulai menemukan titik terang dari pemadaman massal listrik PT PLN (Persero) pada Minggu, 4 Agustus 2019. Setidaknya ada beberapa penyebab dari temuan tim Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.  

    "Dugaan sementara ada betul ada loncatan listrik kemudian pohon yang terbakar itu betul," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 8 Agustus 2019.

    Namun, polisi tidak akan berhenti pada temuan tersebut. Pendalaman penelitian bakal dilakukan dari hulu hingga hilir. "Dari Ungaran dulu, ada 225 pembangkit, kemudian nanti jalurnya Jateng (Jawa Tengah), Jabar (Jawa Barat), Banten dan terakhir Jakarta," tutur dia.

    Dedi menyebut penelitian hilir akan difokuskan pada pusat pengatur beban Jawa-Bali (P2B) di Gandul, Cinere, Depok, Jabar. Lokasi ini memiliki rekam jejak setiap kondisi dan keadaan listrik yang berada dikawasan Jawa-Bali.

    "Bisa dipantau per 30 menit terkait masalah power plant yang ada di 225 pembangkit tenaga listrik, itu bisa dilihat semuanya sejauh mana kesiapannya secara teknis, kemudian akan didalami PLTU Suralaya, di PLTU Muara Karang, terakhir sentralnya di PLN," tutur dia.

    Polri juga masih memeriksa saksi-saksi yang berada dari hulu hingga hilir. Namun, dia belum dapat mengetahui kepastian jumlah saksi. 

    "Per bagian tadi, (saksi) dari Jawa Barat Jawa Tengah,  Banten, dan dari PLN sendiri karena tidak mungkin penyebab blackout hanya satu faktor, tapi sangat kompleks," pungkas dia.

    Baca: Politikus PAN Heran Pohon Sengon Tak Bisa Ditebang

    Sebelumnya, kepolisian menyelidiki faktor kelalaian terkait pemadaman listrik massal oleh PT PLN (Persero). Korps Bhayangkara akan memperdalam investigasi di lapangan.

    "Kemungkinan (ada kelalaian). Itu nanti akan diperiksa dulu secara komprehensif di pusat. Artinya pembuktian secara ilmiah itu sangat penting untuk info kepada publik," kata Dedi Selasa, 6 Agustus 2019.

    Pemadaman listrik serentak di wilayah Jabodetabek, Jabar, dan Banten terjadi hampir 12 jam. Pemadaman berawal dari gangguan pada saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) 500 kV Ungaran-Pemalang. Selain itu, terjadi gangguan pada gas turbin 1-6 di Suralaya dan di Pembangkit Listrik Tenaga Gas Turbin Cilegon.



    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id