Romy 'Tampung' Permohonan Haris

    Fachri Audhia Hafiez - 18 Desember 2019 18:23 WIB
    Romy 'Tampung' Permohonan Haris
    Sidang eks Ketum PPP M Romahurmuziy. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
    Jakarta: Terdakwa kasus dugaan suap jual-beli jabatan Kementerian Agama (Kemenag), M Romahurmuziy (Romy), mengakui mendengarkan permohonan eks Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Jawa Timur (Jatim) Haris Hasanuddin. Haris berharap Romy membantu dalam seleksi kakanwil Jatim.

    "Yang bersangkutan menyampaikan perbedaan persyaratan yang disampaikan, antara persyaratan yang tercantum secara online maupun secara offline," kata Romy saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Desember 2019.

    Menurut dia, pada Desember 2018, Haris bercerita persyaratan posisi kakanwil yakni tidak pernah dijatuhi hukuman disiplin pegawai negeri sipil (PNS) selama lima tahun terakhir.
    Sementara itu, Haris pernah diberi sanksi penundaan kenaikan pangkat selama satu tahun. 

    Romy menyebut saat itu Haris belum menyinggung permintaan membantu pencalonannya. Setelah itu, Haris menemui Romy di kediamannya di Kramat Jati, Jakarta Timur.

    "Tanggal 6 Februari 2019 seingat saya (pertemuan terjadi) sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP) yang dikonfirmasi itu," ujar Romy.

    Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu mengatakan awalnya kedatangan Haris untuk mengundang dalam sejumlah acara Kemenag di Jawa Timur. Setelah itu, Haris menyampaikan ada pihak yang menganggu pencalonannya sebagai kakanwil.

    "Dia baru menyampaikan bahwa ada orangnya Sekjen (Sekretaris Jenderal Kemenag Nur Kholis Setiawan ) yang ngasih ngerecokin. Saya pada saat itu bilang, 'Diikuti saja Pak Haris yang namanya intrik itu di dalam proses pencalonan apa saja itu pasti'. Saat itu lebih kepada menenangkan kepada Haris," klaim Romy.

    Romy didakwa menerima suap Rp325 juta dari Haris Hasanuddin. Dia juga disebut menerima Rp91,4 juta dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Jatim, Muafaq Wirahadi.

    Suap diterima Romy secara bertahap dari Januari-Maret 2019. Perbuatan rasuah ini diduga dilakukan bersama-sama dengan eks Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam pengangkatan jabatan Haris.

    Romy didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id