Penyuap Bupati Muara Enim Divonis 3 Tahun

    Gonti Hadi Wibowo - 29 Januari 2020 07:21 WIB
    Penyuap Bupati Muara Enim Divonis 3 Tahun
    Suasana sidang Bupati Nonaktif Muara Enim di Pengadilan Negeri Palembang, Selasa 29 Januari 2020. Foto: Medcom.id/Gonti Hadi Wibowo
    Palembang: Terdakwa penyuap Bupati Muara Enim nonaktif Ahmad Yani, Robi Oktaf Fahlevi divonis 3 tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider 6 bulan. Robi terbukti menyuap Ahmad Yani sebesar Rp 12,5 miliar.

    "Terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan suap untuk kepentingan pribadi dan dijatuhi hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp250 juta subsider 6 bulan," kata anggota Majelis Hakim Abu Hanifah di Pengadilan Negeri Kelas 1A khusus Palembang, Selasa 28 Januari 2020.

    Menurutnya, Robi secara sah dan terbukti melanggar ketentuan pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Hakim meyakini ada kongkalikong memenangkan Robi dalam tender 16 proyek di Muara Enim.

    Sebab untuk memenangkan dirinya, Robi terbukti bersengkongkol dengan sejumlah pejabat Muara Enim. Termasuk menyepakati jatah 15 persen di awal setelah proyek didapatkan.

    "Terdakwa mengeluarkan uang pribadi terlebih dahulu karena digunakan untuk mendapatkan fee proyek sehingga mendapatkan 16 proyek pengerjaan jalan," kata Hakim Abu.

    Merespons vonis, Robi akan berkonsultasi dengan tim kuasa hukumnya. Di sisi lain, dia mengakui perbuatannya.

    "Saya mengaku salah dan memohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia khususnya warga Muara Enim atas tindakan yang telah dilakukannya," kata dia.

    Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Roy Riyadi mengaku puas dengan putusan hakim. Karena vonis tak berbeda dengan dakwaan.

    "Vonis yang dijatuhi majelis hakim terhada terdakwa tersebut sesuai dengan tuntutan dari JPU," pungkasnya.

    KPK sebelumnya menetapkan Ahmad Yani, Elfin, dan Robi sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek-proyek pada Dinas PUPR tahun 2019. Ahmad Yani dan Elfin selaku penerima suap sedangkan Robi pemberi suap.
     
    Dalam kasus ini, Ahmad Yani diduga meminta komitmFen fee sebesar 10 persen kepada Robi agar terpilih sebagai kontraktor penggarap proyek di Pemkab Muara Enim. Salah satunya proyek pengadaan pekerjaan fisik berupa pembangunan jalan untuk tahun anggaran 2019.
     
    Ahmad Yani juga disinyalir meminta kegiatan pengadaan dilakukan satu pintu melalui Elfin. Robi selaku pemilik PT Enra Sari bersedia memberikan komitmen fee 10 persen dan pada akhirnya mendapat 16 paket pekerjaan dengan nilai total sekitar Rp130 miliar.



    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id