Sepupu Romahurmuziy Diduga Terima Rp21 Juta dari Muafak

    Kautsar Widya Prabowo - 14 November 2019 03:24 WIB
    Sepupu Romahurmuziy Diduga Terima Rp21 Juta dari Muafak
    Ilustrasi Medcom.id/ Mohammad Rizal.
    Jakarta: Staf Kementerian Agama Kabupaten Gresik, Jawa Timur Mohammad Hasan Indranyddien mengaku menjadi perantara penyaluran dana dari mantan Kepala Kanwil Kemeneg Kabupaten Gresik Muafaq Wirahadi kepada sepupu mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Abdul Wahab. Dana tersebut diduga untuk membantu Abdul Wahab berkampanye sebagai calon anggota legislatif dari PPP. 

    Ketua majelis hakim Fahzal Hendri menayakan berapa kali bantuan dari Muafak mengalir kepada Abdul Wahab. Pasalnya penyaluran terjadi dalam kurun waktu Februari hingga Maret 2019.

    "Saya tidak tahu (detailnya), waktu itu bulan Februari sampai Maret 2019. Ada yang Rp900 ribu, ada Rp1 juta, ada yang Rp500 ribu, ada yang Rp3 juta," jawab Mohammad Hasan Indranyddien saat diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Romy di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 13 November 2019.

    Menanggapi pernyataan tersebut, Hasan menanyakan total pemberian Muafaq kepada Abdul Wahab. Atas dasar itu, Hasan mengaku dirinya telah menyerahkan uang sejumlah Rp21 juta ke sepupu Romy itu.

    "Totalnya, Rp21 juta yang mulia," ujar Hasan.

    Menurut Hasan, uang itu bentuk dukungan kepada Abdul Wahab yang saat itu tengah mengikuti pencalonan anggota legislator Kabupaten Gresik. Dia pun diperkenalkan dengan sosok Abdul Wahab oleh Muafaq.

    "Uang itu untuk (baliho alat peraga kampanye). Pak Muafaq mengenalkan ini calon anggota DPRD, mohon doa restunya," tutur dia

    Namun, Hakim Fahzal merasa tidak puasa dengan jawaban yang dilontarkan oleh Hasan. Hakim mempertanyakan apakah ada korelasi pemberian uang dari Muafak kepada Abdul Wahab terkait posisi seleksi kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gerisik, Jawa Timur.

    "Apa kepentingan memberikan bantuan kepada Abdul Wahab ?," tanya Fazhal.

    "Kepentingan Pak Muafak, karena jabatan kepala (Kemenag) Kabupaten Gerisik, Jawa Timur," jawab Hasan. 

    Hakim Fahzal kembali mempetanyakan pengaruh Abdul Wahab untuk membuat Muafak menduduki Kepala Kemenag Geresik. Mengingat Abdul Wahab tidak berada dalam pihak pembuat keputusan.

    "Pak Abdul Wahab orang biasa, dia minta tolong sama siapa?," tanya Fazhal.

    Selanjutnya, Hakim mempertergas bahwa Abdul Wahab merupakan sepupu dari eks Ketua Umum PPP Romahurmuziy. Serta dibenerkan oleh Hasan. 

    Hakim Fahzal kembali menayakan apakah Abdul Wahab meminta tolong kepada eks Ketum PPP Romy untuk mempermulus jabatan Muafaq menjadi Kankawil Kemenag Geresik. Namun ia enggan menjawab.

    "Saya tidak tahu," pungkas Hasan. 

    Sebelumya, Muafaq  bertemu Romy di sebuah hotel. Dalam pertemuan itu, Romy meminta Muafaq agar membantu Abdul Wahab yang sedang menjadi Caleg DPRD Kabupaten Gresik dari PPP. Serta, meminta Muafaq membesarkan PPP di Jatim.

    Muafaq kemudian bertemu dengan Wahab yang meminta bantuan biaya kampanye selaku caleg. Muafaq pun menyanggupi untuk mengerahkan teman-temannya di Kemenag Gresik memilih Wahab.

    Dalam kasus ini, Romy didakwa menerima suap Rp325 juta dari Haris Hasanuddin, dan Muafaq Wirahadi, Rp91,4 juta. Perbuatan itu bertentangan dengan posisinya sebagai anggota DPR periode 2014-2019 atau selaku penyelenggara negara.

    Suap diterima Romy secara bertahap dari Januari-Maret 2019. Perbuatan rasuah ini diduga dilakukan bersama-sama dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam pengangkatan jabatan Haris sebagai kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

    Romy didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.



    (SCI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id