6 Fakta Pelaku Penusukan Anggota Polisi di Palembang

    Adri Prima - 05 Juni 2021 15:55 WIB
    6 Fakta Pelaku Penusukan Anggota Polisi di Palembang
    Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri saat membesuk Bripka RD di rumah sakit Bhayangkara M Hasan Palembang. Foto: Istimewa



    Jakarta: Seorang anggota polisi lalu lintas Polrestabes Palembang berinisial Bripka RD ditusuk oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) di Pos Polisi Angkatan 66 Palembang, Jumat 4 Juni 2021 pukul 14.45 WIB. 

    Tak butuh waktu lama, Jatanras Polda Sumsel, berhasil menangkap pelaku penusukan. Berikut ini beberapa fakta terkait kasus penusukan terhadap Bripka RD. 

     



    Pelaku berinisial MI, 34 tahun

    Pelaku bernama M Ikhsan, usia 34 tahun. Setelah ditangkap, pelaku pun dibawa kembali ke lokasi kejadian untuk dilakukan reka ulang kejadian. MI mengaku sengaja mendatangi korban yang sedang duduk sendirian di dalam pos. Dia pun berpura-pura bertanya dimana alamat Rumah Sakit Bunda sebelum melakukan penusukan.

    Motif pelaku masih diselidiki

    Sementara itu, Kasubag Humas Polrestabes Palembang, Kompol Moch Abdullah, mengatakan kasus penyerangan terhadap anggota itu saat ini sudah ditangani tim dari Polrestabes dan Polda Sumsel. "Untuk motifnya belum diketahui, kasus ini masih dalam penyelidikan," kata Moch Abdullah. 

    Pelaku mengaku sebagai teroris

    Pelaku MI menusuk Bripka RD dengan pisau yang ia simpan di dalam saku celana. Uniknya, saat ditangkap, MI mengaku sempat berteriak kalau dirinya adalah seorang teroris. “Teroris pak, saya teroris, teroris,” kata pelaku yang akhirnya digelandang ke Mapolda Sumsel.

    MI berniat bentuk jaringan teroris sendiri

    Tak hanya mengaku teroris, pelaku MI juga terobsesi ingin memiliki sendiri. Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Tri Wahyudi mengungkapkan pelaku terinspirasi dari internet. 

    "Saya itu cuma pengen menjadi teroris, mangkanya saya nekat nusuk polisi. Saya ingin jadi teroris karena terinspirasi internet. Saya masih belajar, ingin buka jaringan sendiri (baru)," kata Ikhsan.

    Pelaku pernah ditahan di Mako Brimob dan Nusa Kambangan

    Ketika disinggung keterlibatannya dalam jaringan teoris amaliyah dan pernah ditahan di Nusa Kambangan tahun 2013 terkait kasus terorisme, dia (MI) membenarkan namun tidak seluruhnya. 

    "Memang saya pernah ditahan dua minggu di Mako Brimob Jakarta. Di tahun 2014, tiga bulan di Nusa Kambangan kasus terorisme, bukan jaringan amaliyah. Tapi sebenarnya itu fitnah," terang dia. 

    Korban Bripka RD mengalami luka-luka

    Meski mendapatkan beberapa tusukan, beruntung korban Bripka RD masih selamat. Ia mengalami beberapa luka di bagian tubuh dan dirawat di rumah sakit Bhayangkara M Hasan Palembang untuk mendapatkan perawatan setelah mengalami luka tikaman di bagian leher.

    “Saat ini, kondisi korban sadar dan mengalami luka di leher, di bahu kanan serta di tangan,” terang Kapolda Sumsel, Irjen Pol Eko Indra Heri. 

    (ACF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id