Reaktif Covid-19, Terdakwa Kasus Korupsi Bansos Bakal Dibantarkan

    Fachri Audhia Hafiez - 21 Juli 2021 16:49 WIB
    Reaktif Covid-19, Terdakwa Kasus Korupsi Bansos Bakal Dibantarkan
    Ilustrasi/Medcom.id



    Jakarta: Mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) pada Kementerian Sosial (Kemensos) Adi Wahyono akan dibantarkan lantaran reaktif covid-19 lewat tes swab antigen. Di sisi lain, dia tengah menjalani proses sidang kasus dugaan korupsi pengadaan bantuan sosial (bansos) sembako covid-19 yang menjeratnya.

    "Untuk pembantarannya nanti akan kami keluarkan setelah ada hasil tes polymerase chain reaction (PCR). Nanti dasar itu kami membuatkan pembantaran," kata Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 21 Juli 2021.

     



    Salah satu jaksa penuntut umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengatakan tes PCR sudah dilakukan, dan hasilnya diketahui 1x24 jam. Hasil itu yang akan menentukan Adi akan dibantarkan untuk menjalankan isolasi mandiri (isoman).

    Baca: Saksi Mahkota Kasus Bansos Positif Covid-19, Hakim Tunda Sidang

    Menurut Hakim Damis, selama dibantarkan tidak mungkin untuk melaksanakan sidang virtual. Meski Adi akan menjalani isoman di Wisma Atlet Jakarta.

    "Kalau di Wisma Atlet tidak mungkin kita bisa sidang," ujar Hakim Damis.

    Adi sedianya menjadi saksi 'mahkota' untuk terdakwa eks PPK Kemensos lainnya, Matheus Joko Santoso. Adi dan Joko merupakan terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan bansos sembako covid-19 pada Kemensos.

    Persidangan lanjutan beragendakan mendengar pertanyaan penasihat hukum Joko. Sebelumnya, pertanyaan kepada Adi baru sempat dilontarkan dari tim JPU KPK.

    Majelis hakim memutuskan sidang dilanjutkan dengan agenda pemeriksaan saksi a de charge dari pihak terdakwa. Hal itu dilakukan bila Adi dinyatakan positif covid-19 lewat tes PCR dan menjalani isolasi mandiri. Hakim Damis menyatakan menunda persidangan dan dilanjutkan pada Selasa, 27 Juli 2021.

    Pada perkara ini, Joko dan Adi didakwa bersama-sama mantan Menteri Sosial Juliari P Batubara menerima uang dari penyedia barang pengadaan paket bansos sembako dalam rangka penanganan covid-19. Juliari disebut menerima suap secara bertahap, fulus Rp1,28 miliar diperoleh dari Harry Van Sidabukke.

    Uang tersebut diterima Matheus Joko dan Adi. Berikutnya, Juliari menerima Rp1,96 miliar dari Direktur Utama PT Tigapilar Agro Utama, Ardian Iskandar Maddanatja.

    Juliari juga diduga menerima Rp29,25 miliar dari sejumlah pengusaha penyedia bansos sembako. Seluruh rangkaian penerimaan duit itu dilakukan pada Mei-Desember 2020.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id