comscore

Dimutasi, Aipda Ambarita dan Aiptu Jakaria Bakal Diberi Pelatihan Perspektif HAM

Yakub Pryatama Wijayaatmaja - 20 Oktober 2021 13:12 WIB
Dimutasi, Aipda Ambarita dan Aiptu Jakaria Bakal Diberi Pelatihan Perspektif HAM
Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran. Istimewa
Jakarta: Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran berencana memberikan pelatihan perspektif hak asasi manusia (HAM) kepada Aipda Monang Parlindungan Ambarita dan Aiptu Jakaria. Termasuk, pelatihan prosedur tetap (protap) penanganan kriminal.

"Nanti saya mau kursusin supaya keduanya bertambah kemampuannya dan bisa berbagi ilmu serta pengalaman dengan satuan kerja lain,” tutur Fadil kepada Media Indonesia, Rabu, 20 Oktober 2021.
Sebelumnya, Polda Metro Jaya memutasi dua anggotanya, yaitu Aiptu Jakaria dan Aipda Monang Parlindungan Ambarita. Mutasi tertuang dalam surat telegram nomor ST/458/X/KEP./2021 tanggal 18 Oktober 2021.

Telegram ini ditandatangani Karo SDM Polda Metro Jaya Kombes Putu Narendra atas nama Kapolda Metro Jaya. Keduanya dimutasi sebagai Bintara Bid Humas Polda Metro Jaya.

Sebelumnya, viral di media sosial Twitter seorang remaja tidak terima telepon genggamnya diperiksa Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Rustamaji pada Sabtu, 16 Oktober 2021. Remaja itu menyebut informasi dalam handphone (HP) rahasia pribadi. Selain itu, dia tidak melakukan kejahatan.
 
Aipda Ambarita lalu datang menjelaskan penggeledahan ponsel satu wewenang kepolisian dalam pemeriksaan identitas. Ambarita kemudian menanyakan undang-undang privasi kepada remaja tersebut. Bahkan, dia menantang pemuda itu untuk adu data siapa benar dan salah dalam pemeriksaan ponsel.
 
"Tugas polisi memeriksa identitas, enggak dibuat di situ memeriksa KTP, tapi identitas. Tahu kau definisi identitas. Nah, pengenalan identitasnya ini (hp). Harus tahu kami siapa kau, kalau ada rencana pembunuhan di situ (HP), emang saya kenal dengan kau," kata Ambarita dengan nada dan gestur menyudutkan.

Baca: Kompolnas: Polisi Geledah HP Tanpa Surat Perintah Keliru
 
Aipda Ambarita geram dengan remaja itu karena mempermasalahkan pemeriksaan HP. Padahal, dia dan anggotanya tidak mempermasalahkan soal SIM dan STNK.
 
"Kau masalah kecil saja kau permasalahkan. Biar saya ajarin kau. Makanya kau belajar, kalau kau pernah nonton cari datanya apa sih kayak gini, belajar kau, jangan bola aja tonton kau. Orang Indonesia itu harus pintar, jangan katanya-katanya. Kalau enggak ada datanya little knowledge could be dangerous, sedikit pengetahuan mu akan berbahaya," kata Ambarita sambil teriak marah-marah.

(JMS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id