comscore

Novel Baswedan Ingin Perkuat Pemberantasan Korupsi Lewat Polri

Siti Yona Hukmana - 07 Desember 2021 15:05 WIB
Novel Baswedan Ingin Perkuat Pemberantasan Korupsi Lewat Polri
Eks penyidik KPK Novel Baswedan/Media Indonesia/Rommy Pujianto
Jakarta: Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan bersedia menjadi aparatur sipil negara (ASN) Polri. Novel ingin memperkuat pemberantasan korupsi di Tanah Air melalui Korps Bhayangkara. 

"Kenapa saya kemudian memutuskan untuk menerima menjadi ASN Polri, karena kita tentunya prihatin ya melihat kondisi korupsi itu banyak, masif, bahkan kalau kita perhatikan beberapa kasus besar korupsi pun tidak tertangani dengan efektif," kata Novel di Gedung TNCC Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa, 7 Desember 2021. 

 



Novel mengaku sedih dengan penanganan korupsi saat ini. Dia menuding kinerja KPK semakin menurun. 

"Bahkan kalau kita lihat survei yang terakhir, indeks kepercayaan masyarakat terhadap KPK juga paling rendah dalam sejarah," ungkap Novel. 

Baca: Novel Baswedan Cs Berniat Kembali ke KPK

Tawaran Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terhadap puluhan pegawai KPK yang tak lolos tes wawasan kebangsaan (TWK) dianggap angin segar. Novel dan mantan pegawai KPK lain merasa diberi kesempatan.

"Walaupun slot yang ada adalah bidang pencegahan, karena saya tahu tugas ASN Polri tentunya bukan bidang penindakan tapi lebih ke pencegahan," ungkap Novel. 

Novel tidak mempermasalahkan penempatannya nanti di Polri. Kesempatan bisa berkontribusi dalam tugas pemberantasan korupsi dianggap jauh lebih penting. 

"Itu lah yang menjadikan alasan bagi saya untuk mau menerima menjadi ASN Polri," ucap Novel. 

Dia menyadari kehadirannya dan rekan-rekan mantan pegawai KPK nantinya tidak serta-merta menghilangkan korupsi di Tanah Air. Menurut dia, pembersihan Indonesia dari pemakan uang rakyat butuh kerja sama. 

"Tapi saya yakin dengan semangat saya dan kawan-kawan selama ini tentu itu bisa mempengaruhi banyak pihak untuk mau kemudian meningkatkan semangat dalam tugas pemberantasan korupsi yang menjadi hal penting dan strategis," kata Novel. 

Novel mengatakan korupsi bisa mengganggu tugas-tugas pemerintahan. Tindak pidana itu bisa membuat pemerintah sulit mengimplementasikan kebijakan. 

"Jadi saya kira ini (menjadi ASN Polri) menjadi hal strategis dan saya pandang hal layak untuk dipilih," aku Novel. 

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo merekrut 57 eks pegawai KPK menjadi ASN Polri. Namun, satu di antaranya meninggal dunia. 

Dari 56 yang tersisa, 44 orang bersedia menjadi ASN Polri. Sedangkan, 12 orang lainnya menolak. Polri belum membeberkan nama-nama yang bersedia menjadi ASN Polri. Namun, salah satunya adalah Novel, mantan Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo, dan mantan Direktur Kampanye Sosialisasi Antikorupsi KPK Giri Suprapdiono. 

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id