comscore

Gugatan Merek GoTo Rp2,8 Triliun, Pakar Hukum: Tidak Masuk Akal

Rendy Renuki H - 12 November 2021 13:09 WIB
Gugatan Merek GoTo Rp2,8 Triliun, Pakar Hukum: Tidak Masuk Akal
Merger Gojek dan Tokopedia (GoTo) (Foto: dok Tokopedia)
Jakarta: Gugatan merek yang dilayangkan PT Terbit Financial Technology kepada Gojek dan Tokopedia atas penggunaan merek GoTo dianggap tidak masuk akal. Hal itu dilontarkan Pakar Hukum Bisnis Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Prof Budi Kagramanto.

Menurutnya, perhitungan dasar pengajuan gugatan sebesar Rp2,8 Triliun sangat mengada-ada. Da menduga gugatan tersebut diajukan lantaran melihat GoTo sebagai perusahaan yang besar, sehingga penggugat mencoba mencari keuntungan.
Sebab jika melihat data Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM, banyak merek GoTo lain tetapi yang digugat adalah Gojek dan Tokopedia. 

"Menurut saya, gugatan itu tidak masuk akal dan sangat fantastis. Bisa jadi ini hanya modus, dimana penggugat mencari keuntungan dari adanya kesamaan merek," katanya, seperti dikutip, Jumat 12 November 2021.

Oleh karena itu, belajar dari kejadian ini, penegak hukum harus memiliki langkah prefentif dalam melindungi perusahaan atau merek-merek nasional agar tidak menjadi objek dari pihak-pihak tertentu yang ingin mengambil keuntungan semata.

Apalagi, jika dilihat Gojek dan Tokopedia merupakan aset nasional yang berkontribusi besar bagi negara, terutama dari sisi perekonomian melalui pemberdayaan UMKM dan penyerapan tenaga kerja.

"Ini harus ada perlindungan hukum, karena yang dirugikan banyak. Tidak hanya mitra Gojek dan Tokopedia, tapi juga pengguna dalam hal ini masyarakat luas," katanya. 

Oleh karena itu, guru besar bidang hukum Unair ini meminta agar majelis hakim yang menangani perkara ini harus memperhatikan banyak aspek dalam mengambil keputusan. 

"Wawasannya harus luas, karena banyak aspek yang harus diperhatikan, karena ini menyangkut  keadilan juga," tambahnya.

Sebelumnya, Tim Kuasa Hukum PT Aplikasi Anak Bangsa dan PT Tokopedia, di bawah naungan Juniver Girsang & Partner menuding gugatan yang dilayangkan PT Terbit Financial Technology (PT TFT) sangat tidak beralasan. Pasalnya, Terbit Financial tidak aktif menggunakan dan memanfaatkan merek GOTO.

Namun PT TFT dengan sengaja menggunakan hak atas merek GOTO di kelas barang/jasa Nomor 42 guna menghambat gerak maju dan punya iktikad buruk hendak mematikan langkah usaha GoTo. Hal ini mereka lakukan dengan mengklaim sebagai satu-satunya pihak yang berhak menggunakan merek GOTO.

"Ekstrimnya tanpa alas hak, PT TFT juga melarang klien kami menggunakan merek Goto atau GoTo Financial untuk alasan dan keperluan apapun juga," ujar Juniver Girsang dalam keterangan resminya, Rabu 10 November 2021.

Pada tahun lalu, Terbit juga pernah mengajukan gugatan yang nilainya fantastis kepada grup Lotte di Indonesia terkait hak cipta. Berdasarkan data Mahkamah Agung (MA), Terbit pernah menggugat PT Lotte Shopping Indonesia dan PT Lotte Mart Indonesia pada 2020 di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dengan Register Nomor 17/Pdt.Sus-HKI-CIPTA/2020/PN.Niaga.Jkt.Pst.

Saat itu Terbit menggugat Lotte sebesar Rp 3,18 triliun. Yang terdiri dari  Rp 180 miliar untuk kerugian materiil, dan Rp 3 triliun untuk kerugian immateriil. Gugatan tersebut terkait aplikasi Financial Supply Chain Collaboration (FSCC) dengan nama TBXONE. 

Namun Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat justru memenangkan Lotte pada 7 Januari 2021 lantaran klaim Terbit tidak terbukti. Pasalnya, sebelum aplikasi FSCC dengan nama TBXONE ada, Lotte Shopping dan Lotte Mart telah menggunakan aplikasi sejenis dengan nama Platform-as-Service atau disingkat PaaS (A2CX). 

"Menolak gugatan Penggugat seluruhnya," demikian bunyi amar putusan Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang diketuai H. Sunarso.

(MBM)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id