comscore

Lagi, Azis Syamsuddin Tantang Saksi Sumpah Mubahalah

Fachri Audhia Hafiez - 30 Desember 2021 20:05 WIB
Lagi, Azis Syamsuddin Tantang Saksi Sumpah Mubahalah
Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin saat persidangan. Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
Jakarta: Mantan Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin kembali menantang saksi kasus dugaan suap penanganan perkara untuk sumpah mubahalah. Saksi yang ditantang sumpah itu adalah mantan Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Mustafa.

Azis keberatan dengan keterangan Mustafa terkait pertemuan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Mustafa mengaku Azis mendatangi dirinya.
"Saudara saksi bersedia enggak untuk bersumpah bersama saya, (sumpah) mubahalah antara kita?" kata Azis saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 30 Desember 2021.

Mustafa tidak menjawab. Lalu, Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis menengahi agar Azis tetap melanjutkan pertanyaannya kepada Mustafa.

"Cukup saudara terdakwa. Tanyakan saja kepada saksi ini. Nanti kita (majelis hakim) berikan penilaian keterangannya," tegas Damis.

Baca: Eks Bupati Lamteng Mustafa Bantah Ancam Azis Syamsuddin

Azis mempersoalkan keterangan Mustafa yang menyebut pertemuan itu membahas Revisi Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP). Kemudian, rekomendasi istri Mustafa sebagai calon bupati Lamteng.

Menurut Azis, saat itu RKUHP belum dibahas. Pertemuan Azis dan Mustafa diduga pada 2020.

"Saya luruskan saudara saksi, RKUHP belum ada pembahasan sampai dengan hari ini," klaim Azis.

Terjadi perdebatan di antara keduanya. Mustafa menyebut rencana revisi sudah ada. Tetapi, Azis bersikukuh rancangan perubahan beleid itu belum sampai program legislasi nasional (Prolegnas) DPR.

"Dalam Prolegnas tidak ada, tapi rencananya waktu itu sudah didiskusikan," ucap Azis.

Azis meminta Mustafa menunjukkan surat perjanjian yang berisi rekomendasi istri Mustafa sebagai calon bupati Lamteng. Isi perjanjian itu, Azis disebut meminta dibantu menjadi anggota DPR kembali.

Namun, Mustafa tak berbicara banyak. Dia tengah mencari surat itu.

Sebelumnya, Azis sudah menantang saksi mantan anggota Polri, Agus Susanto, untuk sumpah mubahalah pada persidangan Senin, 13 Desember 2021. Banyak keterangan Agus yang dianggap Azis tak benar.

Azis didakwa menyuap mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Stepanus Robin Pattuju, sebesar Rp3,09 miliar dan USD36 ribu. Azis memberikan uang itu agar Robin membantu pengurusan perkara dugaan penerimaan hadiah atau janji terkait pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Lampung Tengah Tahun Anggaran 2017.

KPK menyiapkan dua dakwaan ke Azis. Pada dakwaan pertama, Azis disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Pada dakwaan kedua, Azis disangkakan melanggar Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id