comscore

10 Oknum Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Kerangkeng Manusia

Antara - 23 Mei 2022 14:04 WIB
10 Oknum Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Kerangkeng Manusia
Kasus kerangkeng manusia Bupati Langkat nonaktif Terbit Rencana Perangin-angin.
Jakarta: Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa mengungkapkan sebanyak 10 oknum prajurit TNI telah ditetapkan tersangka. Mereka terkait kasus kerangkeng manusia milik Bupati nonaktif Langkat Terbit Rencana Perangin Angin.
 
"Kasus Langkat masih terus, kalau dari TNI sendiri waktu itu sudah ada sembilan orang, tapi sekarang sudah menjadi 10 tersangka," kata Amdika usai bertemu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin, 2 Mei 2022.
 
Dia menegaskan proses hukum kasus kerangkeng manusia masih terus berjalan. Dia berharap para korban berani mengungkap semua pihak yang terlibat. 
 
"Sehingga kita bisa membawa mereka yang terlibat sejak 2011 untuk bertanggung jawab," tegas mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) ini.
 
Baca: Bupati Nonaktif Langkat Diperiksa Penyidik KLHK

Andika sempat meminta para korban untuk tidak takut menyampaikan kebenaran. Panglima TNI meminta semua pihak terutama korban menyampaikan bila ada intimidasi.
 
"Kalau dari TNI yang mengintimidasi kami pasti menindaklanjuti itu," ujar dia.
 
Andika juga meminta pimpinan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) untuk memberikan daftar dan alamat rumah para korban. Sehingga TNI bisa berpatroli secara khusus. 
 
"Kami memberikan keamanan bagi korban dari berbagai macam intimidasi selama proses hukum berlangsung," tegas dia.
(LDS)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id