comscore

Pengembalian Ganti Rugi Investasi DNA Pro Diputuskan Pengadilan

Kautsar Widya Prabowo - 28 Mei 2022 14:45 WIB
Pengembalian Ganti Rugi Investasi DNA Pro Diputuskan Pengadilan
Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan (tengah). Medcom.id/Siti Yona
Jakarta: Bareskrim Polri menjelaskan pengembalian uang ganti rugi kasus DNA Pro Akademi bakal dilaksanakan di pengadilan. Pihak kepolisian disebut tak memiliki kewenangan memutuskan.

"Terkait dengan apakah akan mengembalikan ganti rugi, mekanisme hukum kita laksanakan di pengadilan. Kita gak bisa membagi-bagi, ini kasih ke siapa ini kasih ke siapa enggak bisa," ujar Dirtipideksus Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan kepada wartawan, Sabtu, 28 Mei 2022. 
Whisnu meminta korban investasi bodong itu memberikan waktu pengadilan bekerja. Ia menuturkan uang dan barang sitaan terkait kasus DNA Pro bakal diserahkan penyidik ke pengadilan.

"Uang dan barang tersebut tentunya saat sudah di pengadilan akan dikembalikan kepada para korban," kata dia.

Whisnu menegaskan tugas penyidik hanya mencari aset-aset milik tersangka yang terkait kasus DNA Pro. Sebab, masih ada aset yang dibidik penyidik Bareskrim Polri. 

Baca: 3 Tersangka Investasi Bodong DNA Pro Buron, Ini Perannya

"Kami bersama tim mencari sebanyak-banyaknya. Mudah-mudahan info dari PPATK atau masyarakat silahkan, ada beberapa laporan dari si A si C kita verifikasi benar kita sita, tapi kalau ada informasi tidak benar, kita tidak sita," bebernya.

Whisnu menaksir total kerugian para korban mencapai Rp551 miliar. Sampai saat ini, korban yang melapor mencapai 3.621 orang.

"Dengan total kerugian kurang lebih Rp551.725.456.972. Artinya dari tiga ribuan sekian, total kerugian yang disampaikan kepada Polri sekitar Rp551 miliar," kata dia.

Penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri menetapkan 14 tersangka dalam kasus ini. Sebanyak 11 tersangka telah ditangkap dan ditahan, termasuk Direktur Utama PT DNA Pro Eliazar Daniel Piri alias Daniel Abe. Sementara itu, tiga tersangka masih buron yakni Fauzi alias Daniel Zii, Ferawati alias Fei, dan Devin alias Devinata Gunawan.

Ke-14 tersangka dijerat Pasal 106 jo Pasal 24 dan Pasal 105 Jo Pasal 9 Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Dengan ancaman hukuman penjara 4-10 tahun. Lalu, Pasal 3 dan atau Pasal 5 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. Dengan ancaman hukuman penjara paling lama 20 tahun.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id