comscore

KPK Selisik Dugaan Pencucian Uang Walkot Nonaktif Ambon

Candra Yuri Nuralam - 05 Juli 2022 09:18 WIB
KPK Selisik Dugaan Pencucian Uang Walkot Nonaktif Ambon
Plt juru bicara KPK Ali Fikri/Medcom.id/Candra.
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa dua pihak swasta Philgrein Miron Calvert Hehanussa dan Leberina Louisa Evelien pada Senin, 4 Juli 2022. Keduanya dipanggil untuk mendalami dugaan pencucian uang Wali Kota nonaktif Ambon Richard Louhenapessy.

"Didalami pengetahuannya terkait aset-aset milik tersangka RL (Richard Louhenapessy) dalam rangka pembuktian unsur pasal tindak pidana pencucian uang," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Selasa, 5 Juli 2022.
KPK juga meminta mereka menjelaskan penerimaan uang Richard. Penyidik menduga Richard aktif menerima uang haram selama menjabat sebagai wali kota.

Sejatinya KPK juga memanggil pihak swasta Fahri Anwar S. Dia mangkir tanpa alasan yang jelas.

"Akan dijadwal ulang dan kpk ingatkan agar saksi kooperatif hadir memenuhi panggilan KPK," ujar Ali.
 

Baca: Walkot Nonaktif Ambon Dijerat Pasal Pencucian Uang


KPK mengembangkan kasus dugaan suap yang menjerat Wali Kota nonaktif Ambon Richard Louhenapessy. Dia kini menjadi tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU).

"Selama proses penyidikan dugaan perkara awal tersangka RL (Richard Louhenapessy)," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Senin, 4 Juli 2022.

Dugaan pencucian itu diduga dilakukan selama Richard aktif menjabat wali kota Ambon. Beberapa barang yang dimiliki Richard diduga disamarkan untuk menghindari permasalahan hukum.


(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id