Populer Nasional: Cynthiara Alona Ditahan Terkait Prostitusi Hingga SBY Curhat Lewat Medsos

    Achmad Zulfikar Fazli - 19 Maret 2021 06:21 WIB
    Populer Nasional: Cynthiara Alona Ditahan Terkait Prostitusi Hingga SBY Curhat Lewat Medsos
    Cynthiara Alona. Foto: Dok Pribadi



    Jakarta: Artis Cynthiara Alona terjerat kasus dugaan prostitusi online. Cynthiara dikabarkan ditangkap di Hotel Alona, Kota Tangerang, Banten.

    Hotel tersebut merupakan milik Cynthiara. Penangkapan itu terjadi saat polisi menggerebek Hotel Alona sekitar pukul 23.00 WIB, Selasa, 16 Maret 2021.

     



    Namun, kabar penangkapan itu dibantah pengacara Cynthiara, Agustinus Nahak. Dia menyebut Cynthiara tidak ada di hotel saat penggerebekan terjadi.

    "Yang ada memang puluhan orang ditangkap di TKP dan dibawa ke Polda Metro," kata Agustinus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Maret 2021.

    Agustinus menyampaikan Cynthiara tengah berada di Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, saat penggerebekan terjadi. Namun, Cynthiara kemudian ditelepon karyawannya untuk datang ke hotel.

    Baca: Kronologi Cynthiara Alona Sampai Ikut Ditahan Polisi Versi Pengacara

    Cynthiara pun datang ke hotel, lalu pergi ke Polda Metro Jaya. Cynthiara dimintai keterangan oleh polisi terkait dugaan prostitusi online di hotelnya

    "Pas datang, dia diberita acara pemeriksaan (BAP), akhirnya ditetapkan tersangka dan sampai saat ini ditahan di Polda," ungkap Agustinus.

    Pemberitaan seputar kasus prostitusi online yang menjerat Cynthiara berhasil menarik perhatian pembaca Medcom.id. Isu ini menjadi salah satu yang terpopuler di Kanal Nasional Medcom.id.

    Isu lainnya yang tak kalah populer di Kanal Nasional Medcom.id, yakni sidang kasus dugaan tindak pidana pasar modal dengan terdakwa mantan Direksi PT Tiga Pilar Sejahtera Food, Tbk (AISA) Joko Mogoginta dan Budhi Istanto Suwito. Sidang yang beragendakan mendengarkan keterangan saksi ahli hukum perusahaan dari Universitas Indonesia, Henny Marlyna, itu berlangsung tegang.

    Pasalnya, Marlyna dianggap tak konsisten dalam menjawab berbagai pertanyaan kuasa hukum terdakwa. Pertanyaan yang diajukan kepad Marlyna seputar tanggung jawab direksi terhadap Laporan Keuangan Tahunan (LKT). 

    Awalnya, kuasa hukum terdakwa, Zaid meminta pendapat saksi jika tidak ada perintah dari direksi untuk melakukan kesalahan dalam penyajian LKT. Zaid ingin tahu apakah direksi juga harus dimintai pertanggungjawaban. 
     
    "Berarti itu tidak ada perbuatan sengaja, tidak bisa dimintai pertanggungjawaban," jelas Marlyna.

    Baca: Keterangan Saksi Ahli Tak Konsisten dalam Sidang Kasus Eks Bos AISA
     
    Namun, jawaban Marlyna berubah saat dicecar kuasa hukun terdakwa lainnya. "Dalam hal kesalahan penyajian laporan dilakukan oleh bawahan yang bersekongkol, tanpa adanya keterlibatan atau perintah dari direksi apakah direksi juga harus bertanggung jawab?" tanya kuasa hukum.
     
    Kali ini, Marlyna justru menjawab tanggung jawab terakhir ada di direksi. Hal itu membuat kuasa hukum terdakwa meradang.
     
    "Tadi bilangnya kalau tidak sengaja, direksi tidak perlu dimintai pertanggungjawaban, kenapa berubah-ubah?" ucap salah seorang penasehat hukum terdakwa. 
     
    Ketua Majelis Hakim Akhmad Sayuti kemudian mengarahkan agar saksi ahli tidak perlu ragu menjawab. Saksi harus tegas jika pendapatnya lebih cenderung kepada jawaban pertama.
     
    "Kenapa ragu, kalau memang itu (jawaban pertama) pendapat ahli ya monggo. Kalau A ya A, jangan mencla-mencle," tegas hakim Sayuti.

    Beralih ke isu lainnya, pemberitaan seputar polemik Partai Demokrat masih diminati pembaca Kanal Nasional Medcom.id. Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kembali muncul ke permukaan usai konflik internal memanas. Kali ini, mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat itu mengeluarkan curahan hati melalui tulisan.

    "Selama 20 tahun aku juga ikut bersamanya. Sesuatu yang tak pernah kubayangkan bahwa itu bakal terjadi," kata SBY saat dikutip dari tulisan berjudul 'Kebenaran dan Keadilan Datangnya Sering Lambat, Tapi Pasti,' Kamis, 18 Maret 2021.

    Tulisan itu diunggah di beberapa akun media sosial (medsos) SBY dalam bentuk audio visual. SBY bercerita mengenai cobaan yang begitu berat, yakni Kongres Luar Biasa (KLB) Sibolangit, Deli Serdang, Sumatra Utara (Sumut).

    Dia menyebut KLB Partai Demokrat sangat melukainya. Apalagi, hal itu dilakukan sahabat separtai yang selama ini berjuang membesarkan Partai Demokrat.

    Baca: SBY Curhat Dilukai Sahabat Lewat Medsos

    Informasi seputar prostitusi online hingga polemik Partai Demokrat akan terus diperbarui. Klik di sini untuk melihat berita-bertia terkini di Kanal Nasional Medcom.id.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id